Masjid Al Markaz Makassar Siapkan Sajian Buka Puasa Ramadan 1.200 Porsi per Hari

Masjid Al Markaz Al-Islami sebagai salah satu ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan hidangan berbuka puasa sebanyak 1.200 porsi per hari.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 19 Februari 2026, 05:05 WIB
Masjid Al Markaz Al Islami Makassar sebagai salah satu ikon Kota Makassar yang menyediakan hidangan buka puasa bagi masyarakat setiap harinya. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Masjid Al Markaz Al-Islami sebagai salah satu ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan hidangan berbuka puasa sebanyak 1.200 porsi per hari selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan Masjid Almarkaz Muannas menyebut salah satu fokus utama pihak masjid adalah penyediaan hidangan berbuka puasa dengan menyiapkan dapur khusus yang dikelola langsung oleh tim internal yang telah dibentuk.

"Setiap harinya, tim dapur menyiapkan antara 1.000 hingga 1.200 porsi makanan untuk jamaah," ujar Muannas di Makassar, melansir Antara, Rabu 18 Februari 2026.

Dia mengatakan, seluruh proses mulai dari pengolahan hingga distribusi, dilakukan secara mandiri dengan pengawasan internal agar pelayanan berjalan optimal selama Ramadhan.

"Menyambut bulan suci Ramadan, pihak panitia Amaliah Ramadan juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang," ucap Muannas.

Tidak hanya fokus pada penyediaan buka puasa, pihak masjid juga merampungkan agenda ibadah, dakwah, hingga pelaksanaan Bazar Ramadhan yang menjadi daya tarik masyarakat setiap tahunnya.

"Di bidang ibadah dan dakwah, jadwal penceramah untuk shalat tarawih, subuh, dan Duhur telah disusun lengkap. Imam-imam yang akan memimpin shalat tarawih juga sudah ditetapkan," kata Muannas.

 

Satu Malam Satu Juz

Mereka berkumpul untuk menikmati waktu berbuka puasa bersama pada hari pertama puasa Ramadan 1445 H.  (Liputan6.com, Herman Zakharia)

Muannas menejlaskan, masjid juga menerapkan pelaksanaan Tarawih menerapkan sistem satu malam satu juz. Namun, kata dia, jemaah tetap diberikan pilihan delapan rakaat maupun 20 rakaat, dengan target bacaan satu juz setiap malam.

"Pada 10 malam terakhir Ramadan, masjid kembali menggelar iktikaf yang dimulai pukul 02.00 WITA hingga menjelang Subuh. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan muhasabah, ceramah, serta ibadah malam lainnya," jelas Muannas.

Sebelumnya, Polresta atau Kepolisian Resor Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) memperketat pengamanan di sejumlah wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono dalam keterangannya di Bandung, Senin 16 Februari 2026 menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik yang selama ini menjadi lokasi rawan, khususnya pada malam hingga menjelang sahur.

"Kami sudah melakukan pemetaan dan meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan. Kami pastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mengganggu ketertiban masyarakat," ujar Aldi, melansir Antara, Selasa 17 Februari 2026.

 

Polresta Bandung Perketat Keamanan di Wilayah Rawan Jelang Ramadan 2026

Aldi menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan aktivitas balap liar, peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, hingga Obat Keras Tertentu (OKT) yang kerap terjadi setiap memasuki bulan puasa.

"Operasi miras dan narkoba juga dimaksimalkan guna menekan potensi gangguan selama Ramadhan serta memastikan situasi kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," ucap Aldi.

Selain itu, lanjut dia, personel juga disiagakan di sejumlah titik keramaian seperti kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, serta jalur-jalur yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan, serta mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami menghimbau, mengajak kepada seluruh masyarakat ini sebentar lagi bulan Ramadan, bulan suci, agar ibadah kita semua khusyuk, khususnya yang masyarakat yang muslim," jelas Aldi.

Dirinya berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung damai, tertib, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung seiring diperketatnya pengamanan di sejumlah wilayah rawan.

Infografis Jadwal Imsakiyah 1447 H/2026 M untuk DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya