Ledakan Hebat Hancurkan Rumah di Situbondo: 1 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Ledakan terjadi tepat saat azan zuhur berkumandang, sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah milik Kulsum (60), yang diduga kuat menjadi lokasi ledakan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 18 Februari 2026, 17:17 WIB
Reruntuhan rumah warga yang terkena ledakan mercon di Situbondo. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah rumah di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, hancur rata dengan tanah setelah ledakan hebat mengguncang kawasan tersebut pada Rabu (18/2/2026) siang. Insiden maut ini merenggut satu nyawa dan menyebabkan enam warga lainnya menderita luka bakar serius.

Ledakan terjadi tepat saat azan zuhur berkumandang, sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah milik Kulsum (60), yang diduga kuat menjadi lokasi produksi sekaligus penyimpanan serbuk petasan, menjadi titik nol ledakan.

Kekuatan ledakan tidak hanya merobohkan bangunan utama, tetapi juga merusak sejumlah rumah warga di radius sekitar.

"Sesuai keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Tim kami masih melakukan penyelidikan mendalam di TKP," ujar Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie Rabu (18/2/2026).

Ledakan ini memakan total tujuh korban, di antaranya korban meninggal dunia diketahui bernama Supriyadi (50), ditemukan tewas mengenaskan setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan korban kritis diketahui bernama Abdurrahman (15) mengalami luka bakar hingga 90 persen dan saat ini telah dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem karena kondisi yang sangat memprihatinkan.

Untuk lima orang lainnya di antaranya Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan sang pemilik rumah, Kulsum (60) mengalami luka bakar serta patah tulang dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Asembagus.

 

Pasang Garis Polisi

Reruntuhan rumah warga yang terkena ledakan mercon di Situbondo. (Dok. Istimewa)

Hingga saat ini Kepolisian Resor Situbondo telah memasang garis polisi di lokasi yang kini telah berubah menjadi puing-puing.

"Fokus penyelidikan diarahkan pada asal-usul serbuk petasan dalam jumlah besar yang disimpan di pemukiman padat penduduk," paparnya.

"Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya laten produksi petasan ilegal yang masih marak terjadi di lingkungan warga," tutup dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya