1.000 Koperasi Merah Putih Rampung Dibangun, Menkop Targetkan 80 Ribu Unit Akhir 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut 1.000 Kopdes Merah Putih sudah selesai dibangun, target 80 ribu unit akhir 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Februari 2026, 15:45 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengebut pembangunan Kopdes Merah Putih demi memperkuat ekonomi desa. (Dok Kemenkop)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah mencapai 1.000 unit yang selesai dibangun dari target total 80 ribu unit.

Ferry mengatakan hingga Februari 2026, jumlah Kopdes Merah Putih yang masih dalam proses pembangunan hampir mencapai 20 ribu unit. Rata-rata progres fisik pembangunan saat ini berada di kisaran 20 persen.

“Asumsinya kalau sekarang 20 persen, pada Mei nanti sudah selesai 100 persen dibangun (20 ribu unit),” kata dia dikutip dari Antara, Rabu (18/2/2026).

Ferry menegaskan, percepatan pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesiapan operasional. Menurutnya, koperasi yang dibangun harus langsung bisa berjalan secara optimal setelah selesai.

“Persiapan ini mencakup sistem manajemen, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan teknis lainnya agar koperasi bisa langsung berjalan begitu selesai dibangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada kesiapan pengelolaan, sehingga tidak hanya menjadi bangunan semata, tetapi benar-benar mampu mendorong aktivitas ekonomi desa.

 

Target 80 Ribu Koperasi hingga Akhir 2026

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Dok Kemenkop) 

Setelah target pembangunan 20 ribu unit tahap awal rampung pada pertengahan 2026, pemerintah akan melanjutkan pembangunan gelombang berikutnya.

Ferry menyebut, pembangunan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 80 ribu unit pada akhir tahun 2026.

Sebelumnya, pada 23 Januari lalu, ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 27 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Jumlah tersebut menjadi tahap awal dari keseluruhan program.

“Jadi nanti bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” ucapnya.

Program pembangunan Kopdes Merah Putih sendiri resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025.

Melalui program ini, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan nasional.

Kopdes Merah Putih juga diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi, distribusi pangan, hingga layanan keuangan bagi warga desa.

 

Skema Pendanaan dan Infrastruktur Koperasi

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengatakan peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai “kakak asuh” sangat penting bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel).

Dari sisi pendanaan, program pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih melibatkan berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan badan usaha milik negara.

Salah satu BUMN yang terlibat adalah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), yang ditugaskan membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi.

Setiap unit koperasi akan memperoleh plafon anggaran sebesar Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional.

Sementara itu, Rp500 juta sisanya digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex).

Adapun infrastruktur yang wajib tersedia di setiap Kopdes Merah Putih mencakup tujuh fasilitas utama, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang pendingin (cold storage), serta sarana logistik.

Pemerintah optimistis, dengan dukungan infrastruktur dan pendanaan yang memadai, Kopdes Merah Putih dapat menjadi tulang punggung ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya