Real Madrid Dilarang Takabur Meski Sukses Menang 1-0 di Kandang Benfica

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa kemenangan tipis di leg pertama atas Benfica belum menjamin tiket ke 16 besar Liga Champions 2025/2026.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 18 Februari 2026, 15:04 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa kemenangan tipis di leg pertama belum menjamin tiket ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Meski sukses menundukkan Benfica di Lisbon, Arbeloa menilai duel masih jauh dari kata selesai.

Los Blancos baru saja kembali dari Portugal dengan modal kemenangan 1-0 pada leg pertama playoff fase gugur. Gol tunggal yang dicetak Vinicius Junior menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.

Hasil itu membuat Madrid berada di posisi lebih menguntungkan jelang leg kedua. Namun, Arbeloa menolak anggapan bahwa timnya sudah “satu kaki” di babak 16 besar.


Peringatan Arbeloa

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arbeloa menyampaikan peringatan tegas kepada skuadnya. Ia tak ingin para pemain terlena dengan keunggulan agregat yang masih sangat tipis.

“Kami tidak boleh membuat kesalahan dengan berpikir bahwa tim yang dilatih Mourinho sudah tersingkir hanya karena kalah 0-1. Jika ada yang berpikir seperti itu, itu bukan saya,” tegas Arbeloa.

Menurutnya, Benfica tetaplah lawan berbahaya, terlebih mereka diasuh oleh pelatih sarat pengalaman seperti Jose Mourinho. Arbeloa bahkan meyakini bahwa Mourinho sudah menyiapkan skenario balasan sejak peluit akhir leg pertama dibunyikan.

“Dia langsung mempersiapkan laga berikutnya begitu masuk ruang ganti. Ini bukan hasil yang membuat kami bisa bersantai,” lanjutnya.


Waspadai Reaksi Benfica

Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, melompat untuk menyundul bola saat mendapat tekanan dari pemain Benfica, Bruma, dalam pertandingan playoff Liga Champions antara SL Benfica melawan Real Madrid, Rabu (18/2/2026). (AP Photo/Pedro Rocha)

Arbeloa menyadari bahwa tekanan kini berada di kubu Benfica. Tertinggal satu gol memaksa wakil Portugal itu tampil habis-habisan di leg kedua demi menjaga asa lolos.

Madrid, kata Arbeloa, harus mengantisipasi intensitas dan agresivitas tinggi yang kemungkinan akan diperagakan lawan. Kesalahan kecil di level Liga Champions bisa berakibat fatal.

“Benfica bukan tim yang akan membiarkan kami bermain nyaman. Jika lengah sedikit saja, mereka bisa membalikkan keadaan,” ujarnya.


Bernabeu Jadi Faktor Penentu

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kiri) usai mencetak gol pada laga play-off Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Leg kedua akan digelar di Santiago Bernabeu, markas kebanggaan Real Madrid. Arbeloa berharap dukungan puluhan ribu Madridista bisa menjadi energi tambahan bagi timnya.

Ia optimistis atmosfer Bernabeu akan memberikan tekanan psikologis kepada Benfica. Namun, ia tetap menekankan bahwa faktor utama tetap performa di atas lapangan.

“Bernabeu akan menunggu kedatangan Benfica dan para fans akan bersama kami. Itu bisa menjadi faktor krusial,” kata Arbeloa.“Namun kami tetap harus memainkan 90 menit dengan sangat baik, seperti yang kami lakukan hari ini, jika ingin memastikan lolos.”


Benfica Tanpa Mourinho di Pinggir Lapangan

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berbicara dengan pelatih Benfica, Jose Mourinho, setelah rekan setimnya, Vinicius Junior (di belakang), mendengarkan hinaan rasial selama pertandingan leg pertama play-off babak gugur Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Menariknya, pada leg kedua nanti Benfica dipastikan tanpa kehadiran Mourinho di sisi lapangan. Pelatih berjuluk The Special One itu menerima kartu merah di penghujung laga pertama sehingga harus menjalani sanksi larangan mendampingi tim.

Absennya Mourinho bisa menjadi kerugian tersendiri bagi Benfica, terutama dalam hal strategi dan motivasi langsung di tepi lapangan. Meski demikian, Arbeloa menegaskan bahwa hal itu tidak boleh membuat timnya meremehkan lawan.

Dengan agregat masih terbuka dan tensi yang dipastikan meningkat, duel di Bernabeu diprediksi kembali berlangsung panas. Real Madrid memang memegang keunggulan, tetapi seperti kata Arbeloa, satu gol bukanlah jaminan apa pun di panggung sebesar Liga Champions.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya