Masjid Cheng Ho Batam, Destinasi Favorit Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Masjid Muhammad Cheng Ho menjadi salah satu lokasi favorit warga jelang waktu berbuka puasa.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 18 Februari 2026, 06:49 WIB
Masjid Muhammad Cheng Ho yang berada di kawasan Golden Front, Bengkong, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Ajang Nurdin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Batam- Masjid Muhammad Cheng Ho yang berada di kawasan Golden Front, Bengkong, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu lokasi favorit warga. Tempat ini kerap dipilih untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa selama bulan suci Ramadan.

Setiap sore, terutama saat langit mulai redup, suasana di sekitar masjid tampak ramai. Warga datang silih berganti, ada yang sekadar berjalan santai, menikmati suasana, hingga berfoto di depan masjid yang dikenal dengan arsitektur khas perpaduan budaya Tionghoa dan Islam itu.

Masjid yang didominasi warna merah dengan lampion-lampion yang menyala menjelang malam ini menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit keluarga, anak muda, hingga warga sekitar yang menjadikan area masjid sebagai titik berkumpul sembari menunggu waktu berbuka.

Salah satu warga Warga Chitra Batam center, Sudirman (35) mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri datang ke Masjid Cheng Ho untuk ngabuburit.

“Kalau Ramadan, tempat ini memang selalu ramai. Suasananya enak, adem, dan kita bisa sambil menunggu magrib,” ujar Sudirman saat duduk di halam masjid, Selasa Sore (17/2/2026).

Hal serupa juga disampaikan seorang pedagang Siti Latifah (40), warga Bengkong Sadai, yang menyebut masjid ini menjadi pilihan karena nuansanya berbeda dibanding tempat lain.

“Masjid Cheng Ho ini unik. Banyak orang datang bukan cuma untuk ibadah, tapi juga menikmati suasana. Apalagi sore-sore menjelang buka, bagus sekali,” kata Latifah.

Selain menjadi tempat ibadah, kawasan Masjid Muhammad Cheng Ho juga dikenal sebagai salah satu spot wisata religi di Batam. Pada momen Ramadan, keramaian meningkat karena warga memanfaatkan area sekitar masjid sebagai lokasi ngabuburit yang nyaman dan ramai sambil berburu takjil.

Awal Puasa Ramadan 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan, puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Putusan ini diambil setelahmenggelar sidang isbat.

"Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Demikian hasil Sidang Isbat yang baru kita laksanakan," tutur Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan secara matematis, berfungsi sebagai dasar perhitungan ilmiah tentang posisi hilal.

Sementara itu, metode rukyat dilakukan melalui pengamatan langsung hilal di ufuk barat setelah matahari terbenam. Pendekatan ini bertujuan untuk memadukan perhitungan astronomi dan pengamatan nyata, serta menjaga persatuan umat Islam di Indonesia.

Kriteria visibilitas hilal yang digunakan adalah kriteria MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Jika hilal belum memenuhi kriteria ini pada saat pemantauan, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki. Sementara jemaah Naqsabandiyah melaksanakan puasa Ramadan mulai Selasa, 17 Februari 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya