Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa

Hingga kini, Israel tidak menjelaskan alasan penangkapan tersebut.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 17 Februari 2026, 15:55 WIB
 Umat Muslim Palestina berdoa selama malam Lailatul Qadar di depan Masjid Kubah Batu, di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (27/4/2022). Lailatul Qadar ditandai pada hari ke 27 bulan suci Ramadhan dan diperingati sebagai malam Nabi Muhammad menerima wahyu pertama Al-Qur'an.  (AP Photo/Mahmoud Illean)

Liputan6.com, Ramallah - Jelang bulan Ramadan, polisi Israel menahan imam Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi pada Senin (16/2/2026) malam di halaman kompleks masjid. Demikian menurut sejumlah sumber setempat.

Otoritas Yerusalem seperti dilansir Middle East Monitor menyatakan bahwa Sheikh Muhammad Ali Abbasi tidak hanya ditahan oleh pasukan Israel, namun juga dilarang memasuki kompleks masjid selama satu pekan.

Mengutip kantor berita Palestina, WAFA, peristiwa penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya langkah-langkah yang diberlakukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan terhadap para imam, khatib, dan al-Murabitin—yakni mereka yang menjaga kehadiran secara terus-menerus di masjid—serta pembatasan akses masuk bagi para jemaah dan meningkat masuknya para pemukim Israel ke kompleks masjid dengan pengawalan ketat dari polisi Israel.

Yerusalem yang diduduki, khususnya kawasan Kota Tua dan area sekitar Masjid Al-Aqsa, juga mengalami peningkatan ketegangan akibat penerapan langkah-langkah keamanan yang ketat oleh Israel, termasuk penahanan dan pembatasan terhadap tokoh agama serta aktivis lokal.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount, dengan klaim bahwa lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, dalam Perang Arab-Israel 1967. Pada 1980, Israel mencaplok seluruh kota tersebut dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Anak-anak bermain sepak bola di halaman Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 11 Februari 2025 (AFP/Jewel Samad)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya