Liputan6.com, Jakarta - Festival Pecinan turut memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Momen tersebut diselenggarakan mulai tanggal 14 Februari hingga 17 Februari 2026.
"Pekan Imlek di Taman Mini kami mulai dari tanggal 14 sampai 17 Februari 2026. Dalam rangka perayaan ini, kami menyelenggarakan berbagai acara yang berkaitan dengan budaya Tionghoa dan perayaan Imlek," tutur Park Management Group Head TMII, Suherman Asrat di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026), seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Dia menyebut, TMII menyuguhkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni, hingga sajian kuliner khas Imlek untuk memanjakan pengunjung. Pekan Imlek di sana memang telah dipersiapkan secara matang dengan menghadirkan rangkaian acara yang beragam dan sarat nilai budaya.
Salah satu daya tarik utama Festival Pecinan adalah pertunjukan seni tradisional, seperti atraksi barongsai yang tampil memukau di hadapan pengunjung.
Selain itu, pengelola juga menghadirkan pertunjukan Wushu atau Wushu Dance yang menampilkan seni bela diri khas Tiongkok, serta pertunjukan Bian Lian yang ikut menambah nuansa oriental dalam perayaan tersebut.
"Pengunjung bisa menyaksikan barongsai, Wushu dan pertunjukan lainnya yang menjadi ciri khas perayaan Imlek. Semua kami kemas agar tetap menarik untuk seluruh kalangan," jelas dia.
Tidak hanya hiburan budaya, TMII juga menyiapkan festival kuliner bertema Imlek. Beragam makanan khas tersedia bagi pengunjung, mulai dari bakmi, gohyong, hingga aneka hidangan lain.
Makanan Dipastikan Halal
Terkait aspek kehalalan makanan, Suherman memastikan bahwa seluruh kuliner yang dijual di kawasan TMII telah melalui proses seleksi ketat.
"Kami pastikan semua kuliner yang ada di Taman Mini halal. Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengunjung," ungkapnya.
Menurutnya, prinsip inklusivitas menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Festival Pecinan. Meski mengangkat budaya Tionghoa, kegiatan ini tetap dirancang agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang budaya maupun agama.
Hiburan menarik lainnya adalah tarian Kecak yang dijadwalkan tampil pukul 17.00 WIB. Pertunjukan ini menjadi bentuk kolaborasi budaya Nusantara dengan perayaan Imlek.
"Pada sore hari, kami juga menampilkan tarian Kecak. Ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang kami tampilkan bersamaan dengan rangkaian Imlek," kata Suherman.
Sebagai penutup rangkaian acara, pengelola menghadirkan pertunjukan Dancing Fountain atau air mancur menari pada pukul 18.30 WIB.
"Di akhir acara, ada dancing fountain. Biasanya ini selalu ditunggu-tunggu karena menjadi penutup yang menarik," kata Suherman.
Atraksi ini memadukan permainan air, cahaya, dan musik, yang menjadi favorit pengunjung, khususnya pada malam hari.
Dengan beragam pertunjukan dan fasilitas yang disiapkan, Festival Pecinan di TMII diharapkan dapat menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat. Tidak ketinggalan pula menjadi momentum untuk mempererat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Targetkan 50 Ribu Pengunjung
Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur menargetkan sebanyak 50 ribu pengunjung selama penyelenggaraan Pekan Imlek 2026 yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari.
"Sejak awal kami menargetkan sekitar 50 ribu pengunjung selama Pekan Imlek yang digelar dari tanggal 14 sampai 17 Februari. Hari ini menjadi penutup rangkaian kegiatan," tutur Park Management Group Head TMII, Suherman Asrat di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026).
Untuk mencapai target tersebut, manajemen memaksimalkan berbagai program hiburan, Festival Pecinan serta promo khusus bagi masyarakat.
"Diperkirakan sudah mencapai 80 persen dari target yang kami tentukan dan ini terus bertambah," jelas dia.
Beragam kegiatan seperti pertunjukan barongsai dan liong, seni tradisional, bazar UMKM, festival kuliner hingga dekorasi khas Imlek disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
"Semua acara kami rancang agar pengunjung merasa terhibur dan betah berada di kawasan Taman Mini. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk datang dan membantu kami mencapai target," katanya.
Selain mengandalkan program hiburan, TMII juga memberikan potongan harga tiket bagi pengunjung tertentu. Promo khusus diberikan kepada pengunjung yang lahir di tahun bershio kuda, seperti 1930, 1942, 1978, 2002 dan 2014.
"Kami juga menyiapkan diskon spesial bagi pengunjung bershio kuda. Ini menjadi salah satu strategi kami untuk menarik lebih banyak wisatawan," kata Suherman.
Promo tersebut disosialisasikan melalui media sosial dan berbagai kanal promosi lainnya agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Strategi ini diharapkan mampu menarik pengunjung yang belum memiliki rencana berlibur ke TMII.