Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah masyarakat keturunan Cina merayakan tahun baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Guna memastikan perayaan tahun baru Imlek berjalan kondusif, Polres Metro Depok telah melakukan 176 personil gabungan.
Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras mengatakan, Polres Metro Depok bersama Kodim 0508 Depok, telah melakukan pengecekan di sejumlah klenteng. Hal itu guna memastikan perayaan imlek dan ibadah berjalan kondusif.
Advertisement
"Kami mengecek pelaksanaan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kami di klenteng, melaksanakan ibadah perayaan tahun baru Imlek," ujar Waras, Selasa (17/2/2026).
Waras mengungkapkan, terdapat 176 personil gabungan dari Polres Metro Depok dan Kodim 0508 Depok membantu pengamanan. Terdapat enam lokasi dilakukan pengamanan dan tiga diantaranya menjadi skala prioritas.
"Titik rawan tidak ada, artinya semua kita samakan hanya tiga yang kita prioritaskan, kaitan dengan jamaatnya yang cukup banyak ya," ucap Waras.
Berdasarkan dari pantauan Polres Metro Depok, pelaksanaan ibadah dan perayaan di sejumlah klenteng berjalan kondusif. Polres Metro Depok meyakini, Kota Depok telah menunjukan sikap toleransi terhadap kerukunan beragama.
"Saudara-saudara kami yang melaksanakan ibadah Imlek berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan semua masyarakat. Artinya wujud toleransi, wujud negara melindungi segenap warganya, untuk melakukan peribadatan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing," terang Waras.
Tolerasi Terus Tumbuh dan Berkembang
Waras melihat toleransi di Kota Depok terus tumbuh dan berkembang di semua lapisan masyarakat. Waras meyakini masyarakat Kota Depok terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras yang dipersatukan menjadi semakin tinggi.
"Apa yang dilakukan para pendahulu kita menjadi negara kesatuan Republik Indonesia, ini yang harus kita lakukan," ucap dia.
Sementara itu, Pengurus Vihara Gayatri Depok, Parman menuturkan Perayaan Imlek dari tahun ke tahun tetap sama. Perayaan Imlek di Vihara Gayatri dilakukan dengan melaksanakan ibadah dan memohon kebaikan di setiap tahunnya.
"Kita tetap beribadah memohon untuk tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi dari tahun yang sebelumnya," tutur Parman.
Parman menjelaskan, pengunjung Vihara Gayatri pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Terlebih, pelaksanaan ibadah lebih terbuka dikarenakan rasa toleransi masyarakat Kota Depok lebih tinggi.
"Sekarang lebih bebas lagi tolerannya, lebih aman, terlebih mendapat penjagaan dari Polres Metro Depok," kata Parman.
Parman menambahkan, para pengunjung Vihara Gayatri berasal dari Jabodetabek hingga Bandung. Pada perayaan puncak ibadah berjalan kondusif di Vihara Gayatri.
"Tahun ini merupakan Kuda api melambangkan kuda itu penuh semangat, sedangkan api berkobar lebih semangat lagi, kedepannya hidup kita lebih semangat lagi, lebih sukses lagi," pungkas Parman.