Liputan6.com, Jakarta - Viral video penumpang Super Air Jet marah-marah kepada kru pesawat. Dalam video itu, penumpang menyampaikan kekecewaan karena penerbangan penerbangan IU 721 rute Lombok menuju Surabaya mengalami keterlambatan hampir lima jam.
Insiden yang memicu kekecewaan mendalam di kalangan penumpang ini terjadi pada hari Jumat, 13 Februari. Manajemen Lion Air buka suara. Pihak manajemen memberikan penjelasan, alasan keterlambatan penerbangan.
Advertisement
"Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi, Senin (16/2).
Proses itu disebutnya merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Kemudian, dalam pelaksanaannya, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan. Sehingga, hal itu berdampak pada rotasi pesawat berikutnya.
"Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung," ujarnya.
"Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami," pungkasnya.
Untuk diketahui, para penumpang pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 721 rute Lombok menuju Surabaya melayangkan protes keras. Protes ini terjadi akibat keterlambatan panjang yang mencapai hampir lima jam di Bandara Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden ini berlangsung pada hari Jumat, 13 Februari, memicu kekecewaan mendalam di kalangan penumpang. Video protes penumpang viral di media sosial.
Keterlambatan ini menyebabkan sejumlah penumpang mengalami kerugian, termasuk pembatalan agenda penting yang telah direncanakan di Surabaya. Mereka menuntut kejelasan dan tanggung jawab dari pihak maskapai atas penundaan yang terjadi tanpa informasi yang memadai. Suasana di ruang tunggu sempat memanas karena ketidakpastian jadwal keberangkatan.
Awalnya, penerbangan yang seharusnya berangkat pukul 16.55 WITA ditunda hingga pukul 20.20 WITA. Namun, hingga pukul 21.30 WITA, pesawat masih belum juga lepas landas, memicu kemarahan dan kebingungan di antara para penumpang.
Delay dan Dampak Buruk Bagi Penumpang
Salah seorang penumpang bernama Hakim mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Dia mengatakan, agenda pentingnya di Surabaya yang dijadwalkan pukul 20.00 WITA terpaksa batal akibat penundaan penerbangan ini.
“Awalnya delay sampai 20.20 WITA, tapi sampai pukul 21.30 WITA belum juga berangkat. Saya sangat kecewa. Padahal saya ada acara penting di Surabaya pukul 20.00 WITA, karena masalah ini jadi gagal,” ujarnya dalam laporan yang diterima di Mataram, Jumat (13/2/2026).
Video yang beredar menunjukkan suasana ruang tunggu yang sempat memanas setelah informasi penundaan kembali diperbarui. Para penumpang, yang semula menerima pemberitahuan penundaan hingga pukul 20.20 WITA, merasa frustrasi karena pesawat tak kunjung berangkat hingga lebih dari satu jam setelah jadwal penundaan tersebut. Ketidakpastian ini memicu reaksi keras dari mereka.
Sejumlah penumpang kemudian mendatangi petugas maskapai untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Mereka menyampaikan keluhan dengan nada tinggi, mempertanyakan kepastian jadwal keberangkatan serta bentuk kompensasi atas keterlambatan yang telah terjadi. Kurangnya komunikasi yang transparan dari pihak maskapai menjadi salah satu pemicu utama kemarahan penumpang.
Mengingat durasi keterlambatan yang telah melampaui empat jam, sebagian penumpang juga menuntut ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka berharap pihak maskapai memberikan tanggung jawab yang jelas, baik berupa pengembalian dana penuh maupun kompensasi lainnya yang sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku di Indonesia. Tuntutan ini didasari oleh hak-hak konsumen yang merasa dirugikan.