Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Peduli Kasih menyerahkan bantuan berupa paket sembako serta ratusan bibit tanaman kepada keluarga besar Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) di gedung Grha Kebangsaan, Sabtu (14/2). Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan masyarakat di Desa Kalikesek, Kabupaten Kendal.
"Kami dari ATVSI melalui yayasan peduli kasih sudah memberikan bantuan secara simbolis berupa 100 paket perlengkapan sekolah, 100 paket sembako, dan 100 bibit pohon buah. Ini kita serahkan langsung kepada Rektor Untag Semarang," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia), Gilang Isakandar dalam webinar dengan tema perlindungan kekayaan intelektual dalam industri media digital untuk mendorong ekonomi kreatif.
Advertisement
Dia menyebut bahwa pemberian bibit tanaman ini sebagai pesan simbolis 'pertumbuhan'. Selain memberikan bantuan sembako, yayasan juga mengajak civitas akademik untuk terus selalu mengabdi kepada masyarakat agar nantinya bisa dinikmati.
"Sinergi ini bentuk apresiasi kami kepada Untag yang terus konsisten pengabdian masyarakat. Maka dari itu, kami ingin memastikan kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat yakni kampus," ungkapnya.
Nantinya, ratusan paket tersebut akan kembali disalurkan kepada warga desa Kalikesek, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Minggu (15/2/2026). Sebagian besar warga masyarakat berprofesi sebagai petani.
"Jadi dengan adanya bibit tanaman bagian dari investasi masa depan. Sehingga bibit berupa buah-buahan nantinya hasil panenya bisa bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Bentuk Kepedulian pada Masyarakat
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Prof Dr Drs Suparjo mengapresiasi atas kolaborasi kemanusiaan dengan menyalurkan Yayasan Peduli kasih ke warga desa Kalikesek, Kabupaten Kendal, Jateng. Pemberian bantuan ini dalam rangka mengikuti program pemerintah terkait kampus berdampak.
"Jadi sebagai bentuk pengabdian Fakultas Hukum Untag kepada masyarakat, soal kegiatan kita harus berdampak pada masyarakat. Seperti pemberian bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu dan kegiatan sosialisasi hukum ke warga," kata Prof Suparjo.
Dia menyebut bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat relevan. "Mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi harus melihat dan merasakan langsung denyut nadi kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran dekan, dosen, dan mahasiswa UNTAG ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang telah direncanakan. Bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen kampus untuk menjadikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai landasan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Desa Kalikesek memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pariwisata alam, namun membutuhkan dukungan sarana dan pengetahuan untuk mengoptimalkannya. Bantuan yang kami berikan sebagai wujud kepedulian kampus dalam membantu mengatasi tantangan yang dihadapi warga," ujarnya.
Dekan Fakultas Hukum Untag, Prof Edy Lisdiyono mengatakan selain memberikan bantuan, nantinya para mahasiswa Magister juga memberikan penyuluhan hukum langsung kepada masyarakat sekitar terutama kelompok tani dan PKK.
"Jadi nanti mahasiswa langsung menyampaikan penyuluhan hukum tentang pernikahan," kata dia.
Terkait adanya kasus petani yang dikriminalisasi di Kabupaten Kendal, pihaknya akan berusaha mendampingi warga. Tentunya pendampingan ini gratis tanpa dipungut biaya.
"Kita dampingi berikan edukasi hukum terkait permasalahan tentang hukum," pungkasnya.
Sumber: Merdeka.com