Liputan6.com, Jakarta - CEO MARA menilai industri kripto telah memasuki babak baru. Menurutnya, Bitcoin kini tidak lagi dipandang semata sebagai aset spekulatif, melainkan telah berkembang menjadi infrastruktur strategis yang berkaitan erat dengan energi, geopolitik, dan kecerdasan buatan (AI).
Melansir Coinmarketcap, Senin (16/2/2025), Ia menekankan bahwa fokus ke depan bukan lagi pada fluktuasi harga. Thiel melihat jaringan listrik, kebijakan pemerintah, serta kapasitas komputasi sebagai faktor utama yang akan menentukan arah industri selanjutnya.
Advertisement
Energi Jadi Kunci Utama
Menurut Thiel, faktor terpenting bukanlah token Bitcoin itu sendiri, melainkan listrik sebagai sumber daya utama. Perusahaan kini mengatur ulang strateginya dengan prinsip sederhana: memaksimalkan nilai ekonomi dari setiap megawatt jam energi yang digunakan.
Artinya, sumber energi yang sama bisa dipakai untuk menambang Bitcoin pada satu waktu, lalu dialihkan untuk mendukung beban kerja AI di waktu lain. Yang terpenting adalah tingkat pengembalian dari setiap unit energi.
Thiel menggambarkan perubahan ini secara tegas: dalam ekonomi digital saat ini, elektron atau listrik berperan layaknya komoditas strategis.
Pendekatan tersebut membuat MARA tidak lagi beroperasi seperti penambang tradisional yang bergantung pada penyedia hosting pihak ketiga. Perusahaan kini membeli dan membangun sendiri aset pembangkit listrik, pusat data, serta proyek energi di balik meteran agar memiliki kendali operasional penuh.
Di Texas Barat, MARA bekerja sama dengan MPLX untuk memanfaatkan gas alam yang sebelumnya terbuang. Selain itu, perusahaan juga mengamankan kapasitas tenaga angin dan menempatkan pusat data mikro langsung di ladang minyak guna menangkap kelebihan energi di sumbernya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi persaingan yang semakin ketat dan margin keuntungan yang makin tipis, kondisi yang dinilai Thiel sebagai hal yang wajar dalam industri yang semakin matang.
Bertransformasi Jadi Operator Infrastruktur
Rebranding MARA mencerminkan ambisi yang lebih luas. Perusahaan tidak lagi ingin hanya dikenal sebagai penambang Bitcoin, melainkan sebagai operator infrastruktur digital yang terintegrasi secara vertikal.
Salah satu langkah penting adalah akuisisi saham mayoritas di Exaion SAS, yang sebelumnya dimiliki oleh EDF Pulse Ventures. Lewat Exaion, MARA memperoleh akses ke pasar cloud AI di Eropa serta layanan komputasi yang sesuai regulasi GDPR. Strategi ini menghubungkan kepemilikan energi dengan kebutuhan AI yang bersifat lokal dan berdaulat.
Di sisi perangkat keras, MARA juga berinvestasi di Auradine untuk memperkuat pasokan chip dalam negeri serta infrastruktur jaringan. Strateginya jelas: mengendalikan rantai pasok mulai dari silikon, server, hingga sumber daya listrik.
Peran Bitcoin Kian Meluas
Selain fokus pada infrastruktur, Thiel menilai peran Bitcoin sendiri terus berkembang dalam kebijakan negara dan lembaga keuangan.
Di negara berkembang yang mengalami ketidakstabilan mata uang, aset digital dinilai semakin berfungsi sebagai sistem moneter alternatif. Sementara di negara maju, bank dan perusahaan mulai memasukkan Bitcoin dalam strategi pengelolaan modal jangka panjang.
Thiel juga mengaitkan aktivitas penambangan dengan stabilitas jaringan listrik dan ketahanan nasional. Beban komputasi yang fleksibel, menurutnya, dapat membantu menjaga keseimbangan sistem tenaga saat terjadi tekanan atau gangguan.
Dalam konteks ini, Bitcoin dipandang sebagai bagian dari dinamika geopolitik global, bukan sekadar instrumen perdagangan ritel.
Strategi Keuangan Baru
MARA saat ini memegang lebih dari 52.000 BTC melalui model retensi penuh. Namun aset tersebut tidak hanya disimpan, melainkan mulai dimanfaatkan melalui skema pinjaman dan jaminan tingkat institusional untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Strategi ini menjadikan Bitcoin sebagai modal aktif, bukan sekadar cadangan pasif. Bagi perusahaan tambang kripto yang terdaftar di bursa dan menghadapi margin yang semakin tipis, strategi keuangan dinilai sama pentingnya dengan kapasitas komputasi (hash power).