Marwah Muktamar, Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia Lanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan

Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia menggelar Pelantikan Pengurus Pusat periode 2025-2027.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 15 Februari 2026, 13:30 WIB
Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia menggelar Pelantikan Pengurus Pusat periode 2025-2027 yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Jember, Minggu (15/2/2026) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan menggelar Pelantikan Pengurus Pusat periode 2025-2027 yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Jember, Minggu (15/2/2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia.

“Selain sebagai ajang silaturahmi akbar, pelantikan ini bertujuan untuk meresmikan struktur kepengurusan baru, melakukan regenerasi kepemimpinan, serta mengukuhkan komitmen kolektif dalam menjalankan visi-misi organisasi yang selaras dengan nilai-nilai pesantren,” kata Ahmad Samsul Munir sebagai Presidium Nasional seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (15/2/2026).

Diketahui, Ahmad terpilih melalui mekanisme yang melibatkan suara langsung para Presiden Mahasiswa (Presma) kampus pesantren se-Indonesia pada Muktamar V di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Sebagai informasi, prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Mantan Presidium Nasional (MANPRESNAS) periode 2018-2020, Busro Abadin.

Menurut Bursro, keabsahan kepemimpinan Ahmad Samsul Munir semakin kuat dengan restu dari KH. Musthofa Aqiel selaku pengasuh pondok pesantren khas kempek) sebagai Majlis Dewan Syuro, yang menetapkannya sebagai mandat representasi mahasantri Indonesia untuk dua tahun ke depan.

"Keputusan Muktamar adalah keputusan tertinggi di dalam AD/ART organisasi ini. Tidak ada satu pun pihak yang bisa menggugurkan hasil Muktamar," tegas Busro dalam acara tersebut.

 

Semangat 'Mahasantri untuk Bangsa'

Pelantikan di Pondok Pesantren Al-Qodiri ini menjadi simbol dimulainya perjuangan baru bagi pengurus pusat.

Dengan semangat 'Mahasantri untuk Bangsa', Ahmad Samsul Munir diharap mampu membawa perubahan progresif bagi BEM Pesantren se-Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi kepesantrenan.

Acara ditutup dengan doa bersama, menandai resminya pengabdian kabinet baru yang akan mengawal aspirasi mahasiswa pesantren hingga tahun 2027 mendatang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya