Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Andrew Phillip Starkey, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (15/2/2026), Andrew yang merupakan warga negara asing dan menjabat sebagai Dewan Komisaris MDKA, melaporkan pembelian sebanyak 300.000 saham biasa pada 12 Februari 2026.
Advertisement
Transaksi dilakukan dengan harga Rp 3.113 per saham, sehingga nilai pembelian tercatat sekitar Rp 933,9 juta. Tujuan transaksi disebutkan untuk investasi.
Sebelum transaksi, Andrew tercatat memiliki 3.431.700 saham atau setara 0,014% hak suara. Setelah pembelian tersebut, jumlah kepemilikannya meningkat menjadi 3.731.700 saham dengan porsi hak suara naik tipis menjadi 0,015%.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa status kepemilikan dilakukan secara tidak langsung, dan yang bersangkutan bukan merupakan pengendali perseroan.
Laporan ini disampaikan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Sebelumnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menargetkan produksi emas dari Tambang Pani yang dikelola oleh anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bisa mencapai 100.000–115.000 ounces pada 2026.
Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin menyatakan, Tambang Emas Pani yang berlokasi di Gorontalo saat ini tengah berupaya melakukan percepatan dan peningkatan kapasitas pengolahan. Seiring beralih dari tahap konstruksi ke commissioning dan produksi emas perdana pada kuartal I 2026.
"Memasuki 2026, fokus kami adalah mencapai produksi emas perdana secara aman, merealisasikan produksi sesuai panduan, serta terus mengoptimalkan Pani untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam Laporan Kegiatan Usaha Perseroan, Selasa (3/2/2026).
Mulai Operasi Heap Leach
Pani akan memulai operasi heap leach dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun (Mtpa), meningkat dari rencana awal sebesar 7 juta ton per tahun. Studi lanjutan masih berlangsung untuk meningkatkan kapasitas menjadi 10 juta ton per tahun setelah 2026.
EMAS juga melakukan rekonfigurasi dan percepatan pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) untuk memulai produksi pada kapasitas 12 Mtpa mulai 2028. Dari rencana awal memulai CIL 7,5 Mtpa pada 2029, dan kemudian meningkat secara bertahap menjadi 12 Mtpa.
Pekerjaan tanah (earthworks) untuk fasilitas CIL telah dimulai pada Januari 2026.