Liputan6.com, Jakarta - Mengamalkan doa berbuka puasa, merupakan momentum sakral bagi setiap Muslim untuk meraih berkah setelah menuntaskan kewajiban menahan diri dari fajar hingga terbenamnya matahari. Dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, doa yang dipanjatkan saat berbuka memiliki kedudukan khusus karena lisan orang yang berpuasa tidak akan ditolak permohonannya oleh Allah SWT.
Memahami doa dan adab berbuka yang benar akan membuat ibadah jadi lebih berkualitas dan tidak sekadar melepas lapar. Menjalankan sunnah seperti menyegerakan berbuka juga terbukti secara medis bagus untuk memulihkan energi tubuh dengan cepat. Momen berbuka ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah melalui doa-doa yang dipanjatkan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap pembahasannya, Minggu (15/2/2026).
Doa Berbuka Puasa Populer
Berikut adalah daftar doa yang paling masyhur diamalkan, sebagaimana tercantum dalam berbagai kitab hadis dan kumpulan doa harian:
1. Doa Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
Arab: اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمETِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Arti: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang."
2. Doa Riwayat Abu Dawud
Dalam Kitab Sunan Abu Dawud, doa ini disebutkan sebagai bacaan yang diucapkan Nabi setelah membasahi kerongkongan dengan air. Kalimatnya menggambarkan hilangnya rasa haus dan tetapnya pahala di sisi Allah jika Dia menghendaki.
Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Arti: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan semoga pahala telah ditetapkan, insya Allah."
3. Doa Riwayat Imam At-Thabrani
Arab: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّMِيْعُ الْعَلِيْمُ
Latin: Allahumma laka shumnaa wa 'ala rizqika aftharnaa fataqabbal minnaa innaka Antas Samii'ul 'Aliim.
Arti: "Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
4. Doa Singkat Pengakuan Rezeki
Arab: اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Arti: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka."
5. Doa Keberkahan Makanan (Umum)
Meskipun bersifat umum, doa yang sering ditemukan dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali ini sangat baik dibaca saat berbuka untuk memohon perlindungan dari api neraka. Hal ini melengkapi kesyukuran atas nikmat makanan yang tersaji di depan mata.
Arab: اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar.
Arti: "Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
Adab Berbuka Puasa
Mengamalkan adab saat berbuka merupakan cerminan dari akhlak seorang Muslim dalam menghargai ibadah yang dijalaninya. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Fikih Puasa karya Syeikh Yusuf al-Qardhawi, menjaga etika saat membatalkan puasa akan membantu menjaga kekhusyukan hati hingga waktu malam tiba. Berikut adalah urutan adab yang disarankan:
1. Menyegerakan Berbuka (Ta’jil)
Segera membatalkan puasa saat sudah yakin waktu Magrib tiba tanpa menunda sedikitpun. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah untuk tidak berlebih-lebihan dalam berpuasa.
2. Berbuka dengan Kurma Basah (Ruthob)
Sunnah utama adalah mendahulukan kurma basah karena mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh. Jika tidak ada, kurma kering atau air putih menjadi alternatif yang paling baik untuk lambung.
3. Membaca Basmalah Sebelum Makan
Mengawali makan dengan "Bismillah" adalah syarat agar setan tidak ikut menikmati makanan kita. Ini adalah adab dasar yang menjaga keberkahan setiap suapan yang masuk ke perut.
4. Membaca Doa Berbuka Puasa
Bacalah doa pilihan setelah membatalkan puasa dengan air atau kurma sesuai urutan sunnah. Inilah saat lisan bersaksi atas bantuan Allah yang telah memberikan kekuatan selama seharian.
5. Duduk dengan Tenang
Hindari berbuka sambil berdiri atau berjalan agar proses metabolisme tubuh berjalan dengan sempurna. Posisi duduk juga merupakan bentuk penghormatan terhadap rezeki yang telah disiapkan.
6. Menggunakan Tangan Kanan
Selalu gunakan tangan kanan saat mengambil makanan dan minuman sebagai bentuk kesantunan Islami. Hal ini merupakan perintah yang jelas untuk membedakan adab Muslim dengan golongan lainnya.
7. Tidak Makan Berlebihan
Isilah perut dengan porsi yang wajar agar tidak menghambat gerakan saat menunaikan ibadah shalat selanjutnya. Lambung yang terlalu penuh akan menyebabkan kantuk dan hilangnya konsentrasi saat beribadah.
8. Mendahulukan Shalat Magrib
Setelah menyantap makanan ringan (takjil), sebaiknya segera menunaikan shalat Magrib tepat waktu. Makan besar dapat dilakukan setelah shalat agar waktu wajib tidak terlewatkan dalam kondisi kekenyangan.
9. Mendoakan Orang yang Memberi Takjil
Jika menerima makanan dari orang lain, berikan doa kebaikan bagi mereka sebagai bentuk apresiasi. Sikap saling mendoakan akan mempererat tali persaudaraan antar sesama umat Muslim.
10. Menghindari Makanan yang Mengganggu Jamaah
Jangan mengonsumsi makanan yang meninggalkan bau mulut menyengat jika akan pergi ke masjid setelah berbuka. Kebersihan dan kenyamanan lingkungan ibadah adalah tanggung jawab bersama setiap jamaah.
11. Mengakhiri dengan Tahmid
Ucapkan "Alhamdulillah" setelah selesai makan sebagai penutup rangkaian rasa syukur di waktu berbuka. Kalimat ini mengunci keberkahan nutrisi yang telah diterima tubuh untuk energi beribadah esok hari.
Anjuran Menyegerakan Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka puasa adalah anjuran Rasulullah Muhammad SAW. Dalam hadis yang disepakati kesahihannya oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka" (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098). Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam sangat memperhatikan kemudahan dan tidak ingin membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan fisik.
Melansir dari Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, menyegerakan berbuka berarti membatalkan puasa sesaat setelah masuknya waktu Magrib secara meyakinkan. Praktik ini juga bertujuan untuk membedakan puasa kaum Muslimin dengan puasa kaum terdahulu yang menunda waktu berbuka hingga munculnya bintang-bintang di langit.
Secara medis, anjuran ini selaras dengan kebutuhan tubuh untuk segera mendapatkan hidrasi dan glukosa setelah periode pengosongan lambung yang lama. Dengan menyegerakan berbuka, risiko komplikasi seperti pusing, lemas, atau gangguan asam lambung dapat diminimalisir. Kedisiplinan waktu ini juga melatih seseorang untuk tetap waspada dan menghargai setiap detik pergantian waktu ibadah yang disertai dengan pembacaan doa berbuka puasa.
FAQ
Mana doa berbuka puasa yang paling benar?
Semua doa yang bersumber dari hadis sahih adalah benar, namun riwayat Abu Dawud sering dianggap paling afdal oleh para ulama.
Bolehkah membaca doa dalam hati saja?
Boleh, namun melafalkannya dengan lisan secara lirih lebih utama untuk menyempurnakan zikir saat berbuka.
Apakah minum teh manis saat berbuka termasuk sunnah?
Membatalkan dengan yang manis diperbolehkan, namun kurma dan air putih tetap menjadi pilihan yang paling utama sesuai sunnah.
Bagaimana jika azan Magrib terlambat terdengar?
Jika sudah yakin melalui jadwal shalat yang akurat atau aplikasi terpercaya bahwa waktu sudah masuk, segeralah berbuka tanpa menunggu suara azan.
Apa doa untuk orang yang memberikan kita makanan berbuka?
Ucapkan: "Afthara 'indakumus saa-imuuna..." yang artinya semoga orang-orang berpuasa berbuka di tempat kalian.