Liputan6.com, Jakarta - Michael Saylor kembali menegaskan bahwa perusahaannya, Strategy, tidak memiliki rencana untuk menjual kepemilikan bitcoin, bahkan jika harga terus mengalami tekanan dalam waktu lama. Saat ini, bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 65.900 hingga USD 66.150.
Melansir Bitcoin.com, Senin (16/2/2026), dalam wawancara di acara Squawk Box di CNBC, Saylor menepis anggapan bahwa perusahaannya bisa saja terpaksa menjual bitcoin jika kondisi pasar memburuk.
Advertisement
“Kami tidak akan menjual; kami akan membeli bitcoin,” kata Saylor.
Ia bahkan menyebut Strategy berencana membeli BTC setiap kuartal tanpa batas waktu. Pernyataan tersebut muncul ketika pasar kripto kembali bergerak fluktuatif. Saham Strategy yang kerap dianggap sebagai instrumen dengan eksposur leverage terhadap bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 133 pada sesi pra-pasar.
Menanggapi kekhawatiran soal penggunaan utang (leverage), Saylor menyatakan bahwa potensi penjualan paksa tidak berdasar. Ia menegaskan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban dividen dan utang selama sekitar dua setengah tahun tanpa perlu melepas bitcoin.
Harga Bitcoin Turun
Jika harga bitcoin turun dalam periode panjang, Saylor mengatakan opsi yang akan ditempuh adalah pembiayaan ulang utang, bukan menjual aset kripto tersebut. Ia optimistis kreditur tetap bersedia memberikan pinjaman karena fundamental nilai bitcoin dinilai masih kuat meskipun volatilitas tinggi.
Terbaru, Strategy membeli 1.142 BTC senilai sekitar USD 90 juta pada 2–8 Februari. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan perusahaan mencapai sekitar 714.644 BTC, mempertegas posisinya sebagai salah satu pemegang bitcoin publik terbesar di dunia.
Saylor menggambarkan bitcoin sebagai aset digital yang volatil, tetapi dalam jangka panjang dinilai mampu mengungguli berbagai kelas aset utama. Ia memang tidak memberikan proyeksi harga untuk 12 bulan ke depan, namun memperkirakan bitcoin dapat melampaui kinerja indeks saham S&P 500 dalam beberapa tahun mendatang.