Deretan 10 Saham Top Losers saat IHSG Melonjak pada 9-13 Februari 2026

Berikut daftar 10 saham yang alami koreksi terbesar atau top losers saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak di atas 3% pada 9-13 Februari 2926.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Februari 2026, 17:32 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menguat pada perdagangan saham 9-13 Februari 2026 setelah alami koreksi pada pekan lalu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menguat pada perdagangan saham 9-13 Februari 2026 setelah alami koreksi pada pekan lalu. Di tengah kenaikan IHSG, ada 10 saham catat top losers atau kerugian terbesar selama sepekan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (14/2/2026), IHSG naik 3,49% ke posisi 8.212,27 dari pekan lalu ditutup di posisi 7.935,26. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.334,02 dan level terendah 7.863.

Pada pekan ini, investor asing kembali melakukan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 5,47 triliun dari pekan lalu Rp 1,13 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono mengatakan, IHSG menguat 3,49% didorong sejumlah sentimen. Pertama, investor masih mencermati dan menanti tindakan selanjutnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terkait reformasi pasar modal dan juga pemenuhan kriteria data MSCI.

Kedua, terdapat beberapa rilis data seperti Indeks Kepercayaan Konsumen Konsumen (IKK) Indonesia yang bertumbuh dan China mengalami deflasi, sedangkan ekonomi Amerika Serikat masih bertahan setelah rilis data pekerjaan. Ketiga, harga komoditas emas yang naik tipis dalam sepekan dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. “Faktor keempat, investor cenderung profit taking menjelang libur panjang Imlek,” tutur Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian melompat 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namum, rata-rata nilai transaksi harian BEI merosot 6,27% menjadi Rp 23,2 triliun dari Rp 24,75 triliun pada pekan lalu

 

10 Saham Top Losers Sepekan

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 Di tengah kenaikan IHSG, berikut 10 saham yang catat top losers atau koreksi besar selama sepekan berdasarkan data BEI:

1.PT Hillcon Tbk (HILL) merosot 33,33% menjadi Rp 80 per saham dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1.200 per saham.

2.PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) merosot 24,44% menjadi Rp 680 per saham dari pekan lalu Rp 900 per saham.

3.PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) merosot 20,16% menjadi Rp 1.940 per saham dari pekan lalu Rp 2.430 per saham.

4.PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) merosot 14,44% menjadi Rp 160 per saham dari pekan lalu Rp 187 per saham.

5.PT Lion Metal Works Tbk (LION) merosot 14,05% menjadi Rp 520 per saham dari pekan lalu Rp 605 per saham.

6.PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) merosot 13,89% menjadi Rp 310 per saham dari pekan lalu Rp 360 per saham.

7.PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) merosot 11,11% menjadi Rp 240 per saham dari pekan lalu Rp 270 per saham.

8.PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) merosot 9,71% menjadi Rp 158 per saham dari pekan lalu Rp 175 per saham.

9.PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) merosot 9,09% menjadi Rp 240 per saham dari pekan lalu Rp 264 per saham.

10.PT Ashmorea AM Tbk (AMOR) merosot 7,89% menjadi Rp 350 per saham dari pekan lalu Rp 380 per saham.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan saham 2-6 Februari 2026. Koreksi IHSG sepekan masih didorong dari sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan penurunan peringkat saham dan outlook peringkat utang Indonesia.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/2/2026), IHSG sepekan tersungkur 4,73% ke posisi 7.935,26. Koreksi IHSG ini lebih kecil dibandingkan pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG turun 6,94% ke posisi 8.329,60.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI merosot 4,69% menjadi Rp 14.314 triliun dari pekan lalu Rp 15.046 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 4,73% selama sepekan dipengaruhi sejumlah hal. Pertama, sentimen dari MSCI yang saat ini meminta beberapa persyaratan seperti free float dan transparan emiten-emiten di IHSG.

“Kedua, downgrade dari beberapa instituasi asing seperti UBS, Goldman Sachs dan Moody’s di mana dari sentimen-sentimen tersebut berimbas pada membesarnya outflow asing,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Faktor ketiga, rilis data inflasi Indonesia yang masih berada di level 3,55% Year on Year (YoY) dan juga Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 5,39% YoY pada kuartal IV 2025.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian juga anjlok 28,62% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 3,82 juta kali transaksi. Data volume transaksi harian bursa terpangkas 31,75% menjadi 43,2 miliar saham dari 63,3 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga susut 43,45% menjadi Rp 24,75 triliun dari pekan sebelumnya Rp 43,76 triliun.

Sementara itu, investor asing melepas saham Rp 1,13 triliun. Aksi jual ini lebih rendah dari pekan lalu Rp 13,92 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya