Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham 9-13 Februari 2026. Di tengah kenaikan IHSG sepekan, ada 10 saham catat keuntungan besar melebihi kinerja indeks saham acuan.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (14/2/2026), IHSG sepekan melonjak 3,49% menjadi 8.212,27. Pada pekan lalu, IHSG ditutup turun 4,7% ke posisi 7.935.
Advertisement
IHSG mencapai level tertinggi 8.334,02 dan level terendah 7.863 selama sepekan. Pada pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sementara itu, sektor saham perawatan kesehatan turun 0,83% dan sektor saham keuangan terpangkas 0,25%.
Sementara itu, sektor saham energi meroket 11,94%, dan catat kenaikan terbesar. Diikuti sektor saham consumer siklikal bertambah 10,70%, seltor saham basic materials menanjak 9,66%, sektor saham industri menguat 7,94%, sektor saham consumer nonsiklikal meroket 0,98%.
Sementara itu, sektor saham properti menanjak 4,8%, sektor saham teknologi mendaki 2,47%, sektor saham infrastruktur melambung 5,25% dan sektor saham transportasi dan logistic melambung 6,67%.
Di tengah kenaikan IHSG, 10 saham catat top gainers sepekan. Berikut 10 saham top gainers berdasarkan data BEI:
1.PT Indospring Tbk (INDS) melonjak 105,58% menjadi Rp 2.210 per saham dari pekan lalu Rp 1.075 per saham.
2.PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) melonjak 69,66% menjadi Rp 3.020 per saham dari pekan lalu Rp 1.780 per saham.
3.PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSCIN) melonjak 62,33% menjadi Rp 474 per saham dari pekan lalu Rp 292 per saham.
4.PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melonjak 60,94% menjadi Rp 515 per saham dari pekan lalu Rp 320 per saham.
5.PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melonjak 57,50% menjadi Rp 630 per saham dari pekan lalu Rp 400 per saham.
6.PT Link Net Tbk (LINK) melonjak 53,30% menjdi Rp 2.790 per saham dari pekan lalu Rp 1.820 per saham.
7.PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melonjak 52,67% menjadi Rp 200 per saham dari pekan lalu Rp 131 per saham.
8.PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) melonjak 50,59% menjadi Rp 128 per saham dari pekan lalu Rp 85 per saham.
9.PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melonjak 50,56% menjadi Rp 6.700 per saham dari pekan lalu Rp 4.450 per saham.
10.PT Ifishdeco Tbk (IFSH) melonjak 48,77% menjadi Rp 1.510 per saham dari pekan lalu Rp 1.015 per saham.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan saham 2-6 Februari 2026. Koreksi IHSG sepekan masih didorong dari sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan penurunan peringkat saham dan outlook peringkat utang Indonesia.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/2/2026), IHSG sepekan tersungkur 4,73% ke posisi 7.935,26. Koreksi IHSG ini lebih kecil dibandingkan pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG turun 6,94% ke posisi 8.329,60.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI merosot 4,69% menjadi Rp 14.314 triliun dari pekan lalu Rp 15.046 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 4,73% selama sepekan dipengaruhi sejumlah hal. Pertama, sentimen dari MSCI yang saat ini meminta beberapa persyaratan seperti free float dan transparan emiten-emiten di IHSG.
Sentimen IHSG
“Kedua, downgrade dari beberapa instituasi asing seperti UBS, Goldman Sachs dan Moody’s di mana dari sentimen-sentimen tersebut berimbas pada membesarnya outflow asing,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Faktor ketiga, rilis data inflasi Indonesia yang masih berada di level 3,55% Year on Year (YoY) dan juga Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 5,39% YoY pada kuartal IV 2025.
Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian juga anjlok 28,62% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 3,82 juta kali transaksi. Data volume transaksi harian bursa terpangkas 31,75% menjadi 43,2 miliar saham dari 63,3 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga susut 43,45% menjadi Rp 24,75 triliun dari pekan sebelumnya Rp 43,76 triliun.
Sementara itu, investor asing melepas saham Rp 1,13 triliun. Aksi jual ini lebih rendah dari pekan lalu Rp 13,92 triliun.