Pisa vs Milan: 5 Pemain Terbaik Rossoneri dalam Kemenangan 2-1 di Liga Italia

Ulasan Pisa vs Milan menampilkan lima pemain terbaik Rossoneri yang berperan penting dalam kemenangan 2-1 di Liga Italia 2025-2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 14 Februari 2026, 10:01 WIB
Gelandang AC Milan, Luka Modric, merayakan gol timnya dalam laga Serie A antara Lecce dan AC Milan di Via del Mare, Lecce, Italia, Jumat, 29 Agustus 2025. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Pisa vs Milan pada pekan ke-25 Liga Italia 2025-2026 berlangsung di Cetilar Arena, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. AC Milan pulang dengan kemenangan 2-1 berkat efektivitas mereka memanfaatkan momen penting.

Milan lebih efektif ketika peluang bersih pertama langsung berubah menjadi gol pembuka. Keunggulan Rossoneri sempat terancam setelah Pisa bermain lebih agresif di babak kedua. Gol penyeimbang membuat tempo pertandingan meningkat hingga menit-menit akhir.

Dalam situasi tersebut, beberapa pemain Milan tampil menonjol dengan kontribusi nyata di setiap fase permainan. Performa individu mereka menjadi faktor utama yang menjaga konsistensi tim sampai peluit akhir.


Pilar di Pertahanan dan Sisi Sayap

Pelatih Genoa, Daniele De Rossi (tengah kiri), berbicara dengan pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic, usai laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Strahinja Pavlovic tampil agresif dengan pergerakan maju ke kotak penalti lawan. Aksinya menghasilkan hadiah penalti sekaligus memperlihatkan keberaniannya membantu serangan.

Di sisi bertahan, Pavlovic juga disiplin dalam menjaga area pertahanan. Ia tetap mengikuti pergerakan lawan hingga proses terjadinya gol Pisa dan melakukan upaya maksimal untuk menutup ruang tembak.

Zachary Athekame menjadi sumber ancaman dari sisi kanan lapangan. Umpan silangnya yang presisi menjadi awal terjadinya gol pembuka Milan melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek.

Dalam duel satu lawan satu, Athekame masih perlu menjaga kestabilan performa. Akan tetapi, kontribusinya dalam membantu serangan dan melakukan tekel penting memberi nilai tambah bagi lini belakang Rossoneri.


Motor Lini Tengah dan Penentu Hasil

Ruben Loftus-Cheek dari AC Milan menguasai bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Luka Modric menjadi penentu kemenangan melalui gol pada menit ke-85 setelah melakukan kombinasi satu-dua dengan Samuele Ricci. Gol tersebut mengembalikan keunggulan Milan saat tekanan Pisa sedang berada di puncak.

Sepanjang laga, Modric tetap mengatur ritme permainan meski beberapa kali kehilangan bola. Perannya sebagai penghubung antar lini tetap terasa penting dalam menjaga alur serangan Milan.

Ruben Loftus-Cheek, yang membuka keunggulan Milan lewat sundulan akurat pada menit ke-39, menunjukkan kemampuan membaca ruang dengan menempatkan diri di posisi ideal di dalam kotak penalti.

Selain mencetak gol, Loftus-Cheek menjaga penguasaan bola dengan kekuatan fisik yang stabil. Instruksi taktik dijalankannya dengan baik untuk membantu keseimbangan tim.

Samuele Ricci yang masuk dari bangku cadangan memberikan dampak instan di lini tengah. Ia beberapa kali masuk ke kotak penalti dan terus mendorong rekan setimnya bermain lebih agresif.

Kombinasinya dengan Modric pada proses gol kemenangan menjadi bukti peran penting pemain pengganti. Kehadirannya mengubah ritme permainan Milan di 15 menit terakhir.

Kemenangan ini memperlihatkan kedalaman skuad Milan dalam menghadapi tekanan lawan. Laga Pisa vs Milan menjadi contoh bagaimana peran individu mampu menentukan hasil akhir pertandingan.

Hasil positif tersebut menjaga posisi Rossoneri tetap kompetitif di papan atas Liga Italia. Laga Pisa vs Milan juga menegaskan bahwa keseimbangan antara pengalaman dan energi muda menjadi kunci konsistensi Milan musim ini.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya