Luhut Usul Pasar Modal Indonesia Belajar ke India, Tarik Investasi Rp 1.177 Triliun

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menilai, India dapat menjadi contoh bagi pasar modal Indonesia untuk reformasi pasar modal. India dapat tarik investasi jumbo.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 13 Februari 2026, 14:12 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di kantornya, Jumat, (13/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, bakal memberikan usul kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia belajar dari India untuk membenahi pasar modal dalam negeri.

Belajar dari pengalaman India, potensi pemasukan investasi (capital inflow) bagi Indonesia jika reformasi pasar modal dilakukan dengan tepat bisa mencapai USD 70 miliar, atau setara Rp 1.177,8 triliun (kurs Rp 16.826 per dolar AS). 

"Kita usulkan, Pak Presiden, di pasar modal kita belajar dari India bagaimana pasar modal di-reform, di-restructuring. Itu,mempunyai dampak 9 kali investasi yang masuk ke India," kata Luhut di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan pengalaman India, Luhut menambahkan, reformasi yang dilakukan berdampak pada peningkatan capital inflow hingga 9 kali lipat. Lantaran investor percaya atas transparansi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. 

"India melakukan reform, sehingga apa yang masuk angka investasi ke India, kita lihat di sini, itu sampai USD 60-70 miliar. Nah pertanyaannya, kalau India bisa, kenapa kita enggak bisa? Apa sih bedanya India dengan kita? Apa bedanya? Banyak orang pinter-pinter di Republik ini kok," tegasnya. 

"Jadi, menurut saya, nanti kami lapor Presiden, kami ingin reform ini, mengusulkan reform ini dilakukan. Sehingga kelihatan pemerintah ini lebih transparan," pinta Luhut. 

Tempatkan Anak Muda jadi Pejabat

Selain itu, Luhut juga berencana melempar usul kepada Presiden Prabowo Subianto, untuk menempatkan generasi muda sebagai pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Usul itu diwacanakan setelah Dewan Ekonomi Nasional tengah menyusun langkah reformasi pasar pasar modal Indonesia. Dengan pejabat diisi anak muda, Luhut percaya pihak otoritas tidak bisa diinterupsi oleh kepentingan-kepentingan tertentu. 

"Saya juga malah berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor Bapak Presiden, cari aja anak muda. Yang paham uang, yang sulit untuk disogok-sogok," kata Luhut pada kesempatan sama. 

 

Pejabat Anti Intervensi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di kantornya, Jumat, (13/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

"Kenapa mesti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, yang punya kredibilitas, untuk menjadi (pejabat) misalnya di OJK, di pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa-siapa begitu," tegasnya. 

Selain support anak muda, ia juga mendorong pasar modal agar lebih bisa memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan tujuan sama, agar sulit untuk dipermainkan. 

"Karena kredibilitas di pasar modal kita itu sangat-sangat penting. Dan itu akan membangun saya kira confidence yang besar," seru Luhut.

 

 

OJK Siapkan Data Riil Saham ke MSCI Mulai Maret 2026

Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan komunikasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk memperbaiki data pasar saham Indonesia. OJK fokus pada penyempurnaan aspek teknis yang menjadi perhatian MSCI. 

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa dalam setiap rapat teknis dengan pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI) selalu ada kemajuan.

“Ada dong. Dari setiap meeting teknis itu kita harapkan kita bisa selalu mendapatkan konfirmasi dan afirmasi, kira-kira apalagi yang diharapkan, apa yang kurang, dan sebagainya,” kata Hasan Fawzi di BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hasan mengatakan, sejauh ini berbagai tahap pertemuan dan rapat dengan MSCI berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

“Nah, sejauh ini bisa saya sampaikan cukup baik, cukup lancar. Dan nanti teman-teman kan tahu dari timeline-nya ya. Khusus untuk yang granularity bahkan kita akan selesaikan di Februari akhir,” ujarnya.

Kata Hasan, OJK juga fokus pada penyempurnaan aspek teknis yang menjadi perhatian MSCI. Salah satunya adalah peningkatan kualitas dan detail data atau granulasi yang ditargetkan selesai pada akhir Februari.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi MSCI dan penyedia indeks global lainnya untuk melakukan simulasi perhitungan indeks. OJK berencana menyampaikan data riil yang bersumber dari partisipan di KSEI mulai awal Maret.

“Lalu berarti di awal Maret menjadi bulan pertama kita akan menyampaikan ke MSCI dan seluruh index provider lain. Jadi, nanti per Maret itu bahkan data realnya, data yang sudah merupakan data yang disetorkan oleh para partisipan di KSEI, itulah data yang nanti akan disampaikan ke MSCI untuk dilihat dan dicoba simulasi kalkulasi perhitungan indeksnya,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya