Ruang Ganti Manchester United Memanas, Pernyataan Sir Jim Ratcliffe Picu Amarah Pemain

Pernyataan Sir Jim Ratcliffe soal imigran memicu kemarahan di internal Manchester United. Skuad Setan Merah dikabarkan kecewa dan tersinggung atas komentar ters

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 13 Februari 2026, 13:34 WIB
Gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, berbicara dengan bek Manchester United asal Inggris #05, Harry Maguire (kanan), dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Chelsea di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 20 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan kontroversial dari salah satu pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, memicu gelombang reaksi keras di internal klub. Para pemain Setan Merah dilaporkan merasa sangat kecewa dan tersinggung atas ucapannya yang menyebut Inggris telah "dijajah oleh imigran".

Bahkan, salah seorang pemain senior di skuad United mengaku sampai kehilangan kata-kata saat menanggapi komentar tersebut. Sumber lain yang dekat dengan tim utama menyatakan bahwa Ratcliffe memiliki tanggung jawab besar untuk menjelaskan ucapannya tersebut.

Meskipun Ratcliffe sudah menyampaikan permohonan maaf pada hari Kamis, polemik ini justru semakin melebar hingga menjadi perdebatan di tingkat nasional.


Komentar yang Memicu Badai

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Dalam sebuah sesi wawancara bersama Sky News, Ratcliffe sempat melontarkan opini tajam mengenai kondisi ekonomi serta imigrasi di Inggris. Ia menyebutkan bahwa ekonomi tidak akan berjalan baik jika ada jutaan orang menerima tunjangan di tengah tingkat imigran yang tinggi.

"Inggris telah dijajah. Biayanya terlalu besar. Inggris telah dijajah oleh imigran," tutur Ratcliffe dalam pernyataan yang kini memicu kontroversi besar.

Pernyataan tersebut dinilai sangat sensitif karena komposisi skuad Manchester United yang diisi oleh pemain dari berbagai latar belakang budaya. Berdasarkan data, terdapat sebanyak 17 pemain non-Inggris yang saat ini menghuni skuad utama klub tersebut.

Bintang muda Kobbie Mainoo diketahui memiliki garis keturunan Ghana, begitu pula dengan bek muda Ayden Heaven yang memiliki ibu berdarah Ghana. Hal ini membuat ucapan Ratcliffe dianggap tidak sejalan dengan kampanye inklusivitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh pihak liga dan klub.


Hubungan yang Sudah Retak?

Harga saham Manchester United saat ini dilaporkan juga sedang mengalami kenaikan tajam di New York Stock Exchange. Saham ditutup pada $13,69 (£11,36), atau naik 7,1 persen. Semua kesepakatan untuk menjual saham minoritas diperkirakan tidak akan selesai sampai bulan September mendatang. (AFP/Valery Hache)

Ini bukan pertama kalinya Sir Jim Ratcliffe mengeluarkan pernyataan yang memicu ketegangan di dalam internal tim. Pada tahun lalu, ia sempat melabeli beberapa pemain sebagai "warisan" dari manajemen sebelumnya yang dianggap kurang memberikan kontribusi maksimal.

Beberapa nama pemain yang disebut sebagai bagian dari warisan tersebut antara lain adalah Jadon Sancho, Antony, Casemiro, Andre Onana, serta Rasmus Hojlund. Casemiro dikabarkan merasa sangat tidak dihargai oleh pihak klub setelah mendengar komentar miring dari sang bos besar.

Kini, sebagian besar dari pemain-pemain tersebut memang sudah atau sedang dalam proses untuk segera meninggalkan Old Trafford. Casemiro dijadwalkan akan hengkang pada Juni mendatang, sementara Antony dan Sancho sudah dilepas secara permanen oleh pihak manajemen.

Adapun status Rasmus Hojlund saat ini menjalani masa peminjaman dengan opsi pembelian, sedangkan Andre Onana juga sedang dipinjamkan ke klub lain. Situasi ini pun diyakini semakin memperlebar jarak antara pihak manajemen dengan para penghuni ruang ganti pemain.

Walaupun Ratcliffe jarang berinteraksi secara intens, ia biasanya tetap berusaha menyapa para pemain saat mengunjungi fasilitas latihan di Carrington. Namun, dengan munculnya pernyataan terbaru ini, suasana harmonis di dalam klub diprediksi akan semakin sulit untuk segera pulih.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya