Sukseskan Gentengisasi Besutan Prabowo, SMF Bakal Susun Rencana Matang

SMF belum ada rencana matang untuk melaksanakan program gentengisasi

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 13 Februari 2026, 12:15 WIB
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengungkapkan SMF berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,6 triliun.(Gagas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bakal menjalankan proyek gentengisasi yang disebut oleh Presiden Prabowo Subianto. Pada tahap awal, SMF akan lebih dahulu menjalin koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan belum ada rencana matang untuk melaksanakan program gentengisasi tersebut. Sebelum pelaksanaannya dia akan membahas lebih lanjut dengan Kementerian PKP yang dipimpin Maruarar Sirait.

"Gentengisasi itu baru dilucurkan ya, kita itu, kementerian terkait kami dalam hal ini adalah PKP. Kita SMF akan koordinasi dulu sih sama PKP," ungkap Ananta dalam konferensi pers di Surakarta, Jawa Tengah, ditulis Jumat (13/2/2026).

Dia mengatakan, koordinasi itu akan mendetailkan konsep dan rencana pelaksanaan gentengisasi besutan Prabowo Subianto. Adapun, rencana ini disebut Kepala Negara untuk mempercantik hunian menjadi lebih kayak tanpa atap seng.

Pada dasarnya, kata Ananta, SMF bakal melaksanakan ketika rencana itu sudah semakin matang. Maka, koordinasi dengan Kementerian PKP sebagai instansi yang menangani masalah perumahan menjadi penting.

"Tapi pada dasarnya kita support lah untuk itu.Tapi pada waktu implementasinya, saya akan koordinasi dengan Kementerian PKP," ungkapnya.

 

Usulan Prabowo Subianto

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh dunia tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia melawan berbagai praktik ilegal. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Sebelumnya, Prabowo mengatakan akan segera meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI. Salah satu program dari gerakan ini yakni, gentengisasi. Prabowo menyebut bahwa saat ini hampir semua desa dan kota di Indonesia yang menggunakan seng untuk atap rumahnya. Padahal, atap dari seng justru mudah berkarat dan membuat para penghuni rumah kepanasan.

"Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," kata Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut dia, Indonesia sulit menjadi indah apabila semua genteng rumah maupun bangunan berasal dari material seng. Untuk itu, Prabowo meminta semua atap di Indonesia memakai genteng.

"Maaf, saya tidak tahu ini dulu industri aluminium dari mana. Saya ingin semua atap Indonesia pake genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," jelasnya.

 

Singgung Kualitas Genteng

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Prabowo menilai harga alat pabrik genteng cenderung tidak mahal sebab bahan bakunya berasal dari tanah dengan campuran zat limbah lainnya. Sehingga, material genteng ringan dan kuat untuk atap rumah.

"Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," ujar Prabowo.

Dia menuturkan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan pabrik pembuatan genteng. Prabowo juga mengajak kepala daerah untuk mempercantik kotanya dengan proyek gentengisasi. "Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah," tutur dia.

 

Tak Ingin Atap Rumah Berkarat

Prabowo tak ingin atap rumah atau bangunan di Indonesia terlihat berkarat di masa depan. Dia berharap Indonesia menjadi indah, kuat, bangkit, dan masyarakatnya bahagia.

"Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," pungkas Prabowo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya