Menantang Batas Lensa Realme 16 Pro+ 5G di Bawah Langit Mendung Kota Shenzhen

Tekno Liputan6.com berkesempatan menjajal langsung pengalaman memotret dengan kamera Realme 16 Pro+ 5G di Kota Shenzhen, China. Begini hasil jepretannya...

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 12 Februari 2026, 14:38 WIB
Potret jarak lensa 0,5x menangkap semua detail modern Bay Glory Ferris Wheel. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Shenzhen - Ada rasa skeptis setiap kali menjajal kamera ponsel baru. Terlebih ketika ekspektasi sudah dibentuk oleh deretan nama besar di kelasnya. Namun rasa itu perlahan berubah menjadi penasaran, lalu diam-diam menjadi kagum, saat tim Tekno Liputan6.com membawa Realme 16 Pro+ 5G berjalan seharian.

Potret pemandangan aliran sungai di Shenzhen Talent Park. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Bukan di studio. Bukan dengan pencahayaan sempurna. Tapi di ruang-ruang nyata Kota Shenzhen, China, seperti taman kota, langit mendung, gedung kaca, dan wajah-wajah yang bergerak cepat.

Dan di situlah ceritanya dimulai.

Siang yang Redup, Warna Terlihat Hidup

Potret Happy Harbor dengan hasil warna natural (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Cuaca di Happy Harbor yang terletak di kawasan Bao’an District, cenderung lembut--langit sedikit kelabu, matahari tertutup awan tipis. Biasanya kondisi seperti ini membuat warna tampak datar.

Tapi, secara mengejutkan hasil foto dari Realme 16 Pro+ 5G menyimpan kedalaman yang tidak 'berisik'.

Hasil foto berwarna tajam meski pencahayaan minim di Happy Harbor. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Hijau taman tidak berlebihan. Biru air terlihat natural. Bayangan tetap punya detail tanpa membuat bagian terang kehilangan karakter.

Yang terasa bukan sekadar “tajam”, tapi hidup. Seolah kamera ini tahu kapan harus menahan diri dan kapan harus menonjolkan cerita.

Mendekat Tanpa Mengganggu

Potret ayah dan anak dengan jarak lensa 1x di Wave Square. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Ada momen ketika saya berdiri cukup jauh dari subjek, di mana seorang anak kecil berlari di tangga ruang terbuka Wave Square didampingi sang ayah. Biasanya, mendekat berarti mengganggu momen. Tapi kali ini, saya tetap diam di tempat.

Potret ayah dan anak dengan jarak lensa 3,5x di Wave Square. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Hasilnya? Upaya keras si anak menaiki tangga satu per satu tertangkap utuh. Detailnya jelas, tanpa terasa dipaksakan. Yang menarik, foto tetap terasa intim, seolah diambil dari jarak yang lebih dekat. 

Di titik itu saya mulai bertanya dalam hati: sejauh apa sebenarnya kamera ini bisa bermain tanpa kehilangan kualitas?

Potret yang Tidak Terlihat Dipoles

Hasil jepretan wajah dengan mode Hi-Res 200mp di Shenzhen Talent Park. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Saat memotret wajah, kamera sering kali terlalu agresif: menghaluskan, mencerahkan, bahkan mengubah karakter asli seseorang. Tapi Realme 16 Pro+ 5G terasa lebih jujur.

Tekstur kulit tetap ada. Warna kulit terlihat seimbang, bahkan dalam cahaya yang tidak ideal. Hasilnya bukan potret yang sempurna, tapi potret yang terasa nyata. Dan justru itu yang membuatnya menarik.

Cahaya yang Sulit, Hasil yang Tenang

Hasil foto saat terik matahari dengan jarak lensa 3,5x tetap stabil. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Salah satu ujian paling menyebalkan bagi kamera ponsel adalah kontras tinggi: langit terang dengan foreground lebih gelap. Biasanya, ada salah satu aspek yang harus dikorbankan.

Namun dalam beberapa kali percobaan jepretan, kamera ini tampak mampu menjaga keduanya tetap terkendali. Langit tidak terlalu dominan, detail bangunan tetap terjaga. Transisinya halus, tanpa kesan dramatis berlebihan.

Potret pekerja tertangkap detail dengan jarak lensa 3,5x meski ayunan sapu terus bergerak. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Bukan efek “wah” yang instan. Lebih ke rasa puas yang datang setelah melihat ulang hasilnya.

Foto yang Mengundang Lihat Ulang

Cuaca di suhu 16 derajat Celcius tetap tidak mengganggu potret kota metropolitan Shenzhen. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Ada jenis foto yang cukup dilihat sekali. Ada juga yang membuat kita memperbesar layar, mencari detail kecil yang tersembunyi. Realme 16 Pro+ 5G masuk kategori kedua.

Semakin diperhatikan, kian terlihat lapisan-lapisan kecil yang sebelumnya luput. Tekstur dinding, pantulan cahaya di air, bahkan bayangan halus di sudut frame.

Potret kemesraan seorang ibu dan putranya tertangkap di tengah pemandangan Shenzhen Talent Park. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Dan di situlah rasa penasaran muncul: apakah ini konsisten di semua kondisi? Atau saya hanya sedang beruntung hari itu?

Bukan Soal Angka, Tapi Rasa

Suasana Kota Shenzhen jelang matahari terbenam. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Tanpa berbicara tentang angka, tanpa menyebut fitur teknis, pengalaman menggunakan kamera Realme 16 Pro+ 5G terasa seperti menemukan sesuatu yang tidak terlalu banyak bicara, tapi bekerja dengan percaya diri.

Namun ketika hasilnya muncul di layar, ada perasaan kecil yang muncul:

“Oh, ini bagus juga.”

Dan kadang, justru kejutan yang tenang seperti itu yang paling membekas.

Jarak lensa 10x menangkap keceriaan anak-anak bermain di Shenzhen Talent Park. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Realme 16 Pro+ 5G mungkin akan banyak dibahas dari sisi performa atau inovasi. Tapi dari sisi kamera, setidaknya untuk satu hari penggunaan, ia berhasil melakukan satu hal penting: membuat saya ingin memotret lebih banyak.

Dan mungkin, itu tanda paling sederhana bahwa sebuah kamera berhasil melakukan tugasnya.

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya