Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tanggul sungai jebol di Kampung Bojong Keusik, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Air lumpur meluap ke permukiman warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tanggul Sungai Cisunggala itu jebol sekira pukul 23.00 malam kemarin, Rabu, 11 Februari 2026. Sebelum jebol, air sungai diketahui telah meluap seiring hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari.
Advertisement
“Di sini ada sungai, kemudian tanggulnya jebol, kemudian air lumpur masuk permukiman, sekitar 3 RT yang terdampak cukup parah," jelas Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, kepada Liputan6.com di lokasi, Kamis (12/2/2026).
"Laporan sementara sekitar 297 kepala keluarga yang terdampak," imbuhnya.
Aldi menyampaikan, hingga kini tak ada laporan korban jiwa. Sejumlah rumah dilaporkan rusah cukup parah. Sebagian besar barang-barang milik warga pun rusak karena air lumpur itu masuk ke dalam rumah.
"Sejauh ini tidak ada korban jiwa, tapi sejumlah rumah rusak dan barang-barangnya tidak bisa digunakan lagi karena air masuk membawa lumpur," katanya.
Saat ini, fokus utama adalah membantu evakuasi dan pembersihan wilayah permukiman. Anggota kepolisian disiagakan untuk membantu warga. Pembersihan jalan menjadi salah satu yang diutamakan. Mengingat jalan utama kampung tersebut ‘mati total’.
"Langkah kami, pertama evakuasi warga yang rumahnya rusak total dan membantu membersihkan puing-puing, lumpur di jalan dan yang masuk ke rumah warga," jelasnya.
Aldi menyampaikan, kepolisian akan membangun posko kesehatan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada akan adanya banjir susulan terutama jika hujan kembali turun dengan lebat.
"Tetap waspada karena cuaca masih tidak menentu- kalau ada banjir susulan segera evakuasi, kami juga menyiagakan personel disini untuk membantu masyarakat," katanya.
Detik-Detik Banjir Lumpur
Diberitakan sebelumnya, tanggul Sungai Cisunggala di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, jebol pada malam Rabu, 11 Februari 2026, mengakibatkan banjir air bercampur lumpur melimpas masuk ke permukiman warga di Kampung Bojong Keusik.
Pantauan Liputan6.com, diperkirakan puluhan rumah di RW 1 terdampak air limpasan sungai. Bedasarkan keterangan warga, air masuk ke rumah-rumah dengan ketinggian sepinggang orang dewasa.
"Air baru surut pagi tadi," kata Atep (27) kepada Liputan6.com di lokasi, Kamis (12/2/2026).
Pagi ini, warga pun tampak tengah mengeluarkan air, lumpur, dan barang-barang yang terendam banjir. Aparat TNI-Polri pun turut memantu evakuasi. Menurut warga, jebolnya tanggul itu terjadi ketika hujan lebat mengguyur sejak sore hingga malam hari.
"Saya belum tidur, saya dengan tetangga teriak-teriak banjir. Saya langsung ke luar, ternyata air sudah sampai di teras. Gak lama langsung masuk ke rumah," katanya.
Tanggul yang jebol itu berdampak di RT 01, 02, 03, 04, dan 05. Tanggul, katanya, diketahui jebol sekitar pukul 23.00 malam. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun Liputan6, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan karena kejadian tersebut.
Beberapa rumah tampak rusak. Sebagian besar barang-barang milik warga terendam, bahkan ada yang sempat terhanyut.
"Ada bal plastik dari gudang di sini hanyut," jelasnya.
Saat ini, evakuasi terus dilakukan oleh warga dan aparat setempat. Pihak kepolisian berencana membuat posko darurat sementara di lokasi kejadian.