BNPB: Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh Masuk Fase Pemulihan

BNPB melaporkan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah memasuki fase pemulihan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 11 Februari 2026, 23:05 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama jajaran Menteri Kabinet dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah memasuki fase pemulihan. Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak, kini hanya dua daerah yang masih berstatus tanggap darurat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dua daerah tersebut berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara wilayah lainnya, baik di Sumatera Barat maupun Sumatera Utara, telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.

“Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatera, tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementra yang lainnya, baik di Sumatera Barat maupun di Sumatera Utara, semuanya sudah masuk dalam fase transisi darurat ke pemulihan,” kata Suharyanto di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan arah penanganan bencana yang semakin membaik di tingkat kabupaten dan provinsi. Meski demikian, sejumlah persoalan di tingkat desa dan kecamatan masih membutuhkan perhatian lanjutan.

“Artinya, meskipun masih banyak permasalahan di desa, di kecamatan, tapi secara kabupaten, secara provinsi, semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

 

Penurunan Jumlah Pengungsi

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama jajaran Menteri Kabinet dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). (Dok. Istimewa)

BNPB juga mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi. Pada puncaknya, yakni 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai lebih dari satu juta jiwa.

“Jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Puncaknya tanggal 8 Desember 2025 sampai 1.057.482 jiwa,” kata Suharyanto.

Dengan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh ini menjadi bukti kerja cepat pemerintah membuahkan hasil. Harapannya, kini masyarakat mulai menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya