Perintah Danantara: Pertamina Harus Lepas Semua Bisnis Nonmigas

Danantara resmi mengumumkan transformasi besar-besaran PT Pertamina (Persero) dengan melepas seluruh bisnis non-migas untuk fokus pada sektor migas.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 11 Februari 2026, 20:50 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan memfokuskan bisnis PT Pertamina (Persero). Nantinya seluruh bisnis nonmigas Pertamina akan dilepas.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan, Pertamina hanya akan menjadi BUMN yang menggarak sektor minyak dan gas bumi (migas).

"Pertamina tidak akan punya lagi perusahaan yang non-related kepada oil and gas. Seluruh perusahaan Pertamina yang non-oil and gas itu akan di spin out, dia akan keluar dari Pertamina," kata Dony dalam Economic Outlook 2026, di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Sejalan dengan itu, anak usaha Pertamina juga akan dikonsolidasi. Teranyar, ada penggabungan 3 anak usaha, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping. Cara ini, kata Dony, mampu menghemat biaya pajak pertambahan nilai (PPN) dari transaksi antaranak usaha.

"Anda tahu berapa PPN kita yang over akibat dari bisnis itu setiap tahun itu Rp 20 triliun dari transaksi intercompany. Kenapa Patra Niaga bertransaksi dengan PIS, bertransaksi dengan Kilang. Sekarang dengan penyatuan itu, PPN-nya itu berkurang Rp 20 triliun setiap tahun," ujarnya.

"Jadi makanya satu per satu kita mesti memang melihat kembali bisnis model dari perusahaan-perusahaan kita. Tadi, saya setuju bahwa kita akan melakukan divestasi, ada yang konsolidasi, yang kita lakukan ada juga yang restrukturisasi," sambung Dony.

 

Holding Rumah Sakit

Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), sebagai flagship hospital di bawah naungan PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), resmi meluncurkan layanan terbaru One Day Care (ODC) Chemotherapy. Dok Pertamina

Sebelumnya, PT Danantara Asset Management (DAM) akan mengambil alih bisnis rumah sakit dari perusahaan BUMN, termasuk dari PT Pertamina (Persero). Nantinya, Danantara akan membentuk Holding BUMN Rumah Sakit tersendiri.

Hal tersebut diungkap Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Dia mengatakan, konsolidasi rumah sakit, termasuk milik Pertamina menjadi salah satu prioritas di tahun 2026 ini.

"Kan banyak rumah sakit kita, jadi nanti IHC itu diambil oleh Danantara, jadi holding sendiri, rumah sakit," kata Dony, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

 

Transformasi Bisnis

Dia mengatakan, langkah ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pertamina yang akan difokuskan pada bisnis minyak dan gas bumi (migas). Bisnis di luar itu akan dilepas dan digabung dengan bisnis serupa di anak-anak usaha BUMN lain.

"Jadi mulai dari yang paling dekat itu pasti IHC (Indonesia Health Care), rumah sakit ya kan, hotel, kemudian tadi airlines, asuransi lagi kita review, kemudian bisnis yang lainnya apa lagi, ada juga yang kita, apa namanya, divestasi, kemudian bisnis yang non-related, itu kita lakukan proses," tutur dia.

Dia menargetkan proses konsolidasi bisnis BUMN ini bisa selesai pada 2026 ini. Mengingat lagi banyaknya jumlah BUMN yang bakal dikonsolidasi.

"Jadi memang nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, kita ubah bisnis modelnya, jadi lebih baik, lebih proper, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri," jelas dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya