Menaker: Shopee Affiliate Solusi Alternatif Lapangan Kerja

Menaker Yassierli menilai Shopee Affiliate jadi solusi alternatif lapangan kerja di era digital, dengan target melatih hingga 60.000 afiliator.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 11 Februari 2026, 18:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai program pelatihan Training of Trainers (TOT) Shopee Affiliate menjadi solusi alternatif penciptaan lapangan kerja di tengah transformasi digital. Yassierli menyebut affiliate sebagai kompetensi baru yang menuntut kreativitas, ketekunan, dan disiplin.

“Afiliator ini kompetensi baru. Peluangnya besar, tapi harus tekun, harus disiplin, kreatif, dan tidak boleh gampang menyerah. Banyak orang sudah sukses, artinya yang lain juga harusnya bisa sukses,” ucap Yassierli, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).

Yassierli menyatakan program tersebut menyiapkan 100 instruktur teknologi informasi dan komunikasi dari seluruh UPT Kemnaker se-Indonesia untuk menjadi pengajar affiliate. Yassierli menjelaskan peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga hari sebelum mengajar materi serupa di balai vokasi daerah masing-masing.

“Ini kita siapkan menjadi instruktur untuk afiliator. Mereka merupakan instruktur TIK di UPT Kemnaker se-Indonesia. Jumlahnya 100 orang dan mereka akan mendapat pelatihan selama tiga hari,” kata Yassierli.

Dirinya menargetkan setiap instruktur melatih hingga 600 peserta sehingga total capaian diproyeksikan mencapai 60.000 orang. Pihaknya akan mengevaluasi hasil pelatihan berdasarkan peningkatan pendapatan peserta sebagai afiliator.

“Targetnya satu orang bisa mengajarkan 600 orang. Jadi totalnya 60.000. Nanti kita lihat kinerjanya seperti apa, afiliator itu bisa menambah penghasilannya berapa,” ujar Yassierli.

 

Percepatan Pengembangan Kompetensi

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). (Liputan6.com/Christian)

Yassierli menjelaskan affiliate belum berstatus profesi formal sehingga masih tergolong pekerjaan informal. Yassierli menegaskan kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi kunci percepatan pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional.

“Kalau dikatakan profesi formal, belum ya. Informal iya,” ucapnya.Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menyatakan Shopee mendukung penguatan talenta digital melalui kolaborasi tersebut. Radynal mengatakan Shopee membagikan praktik terbaik ekosistem affiliate kepada para instruktur balai vokasi.

“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia. Kami berharap para instruktur tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal.

Shopee melalui Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 di berbagai kota di Indonesia. Shopee berharap target tersebut memperluas jangkauan pelatihan vokasi dan mempercepat penguatan kapasitas instruktur agar semakin banyak masyarakat mengakses keterampilan digital secara berkelanjutan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya