Liputan6.com, Jakarta - Cek Kesehatan Gratis Sekolah (CKG Sekolah) dirancang sebagai program preventif terhadap masalah kesehatan. Jika ditemukan adanya masalah kesehatan pada siswa tidak dimaksudkan untuk memberi stigma.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan CKG sekolah bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus membangun kesadaran hidup sehat.
Advertisement
“Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat, serta membentuk pola hidup sehat (healthy lifestyle) sejak usia sekolah,” kata Abdul Mu’ti usai memantau kegiatan CKG di Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Senin, 10 Februari 2026.
Di kesempatna yang sama Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan CKG selama satu tahun menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai muncul pada anak usia sekolah. Masalah kesehatan yang banyak ditemukan adalah gangguan kesehatan gigi dan hipertensi yang perlu ditindaklanjuti.
“Tahun ini CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan,” ujar Asnawi mengutip keterangan Kemenkes RI.
25 Juta Siswa Sudah Ikuti CKG
Pelaksanaan CKG telah diikuti lebih dari 25 juta siswa di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan tindak lanjut pemeriksaan dan pendekatan preventif, CKG diarahkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang pembangunan kesehatan yang dimulai dari lingkungan sekolah.