Mengenal Moya, Robot Humanoid Berbasis AI dengan Suhu Tubuh Menyerupai Manusia

Moya adalah robot buatan perusahaan asal Shanghai, China.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 11 Februari 2026, 19:30 WIB
Ilustrasi robot

Liputan6.com, Beijing - Persaingan pengembangan robot humanoid kian memanas. Setelah muncul robot yang mampu berlari maraton hingga bekerja sebagai pelayan, sebuah perusahaan rintisan asal Shanghai, DroidUp, mengklaim telah menciptakan robot humanoid biomimetik pertama di dunia yang ditenagai kecerdasan buatan (AI) canggih.

Robot bernama Moya itu diperkenalkan baru-baru ini sebagai produk unggulan perusahaan. DroidUp menyebut Moya dirancang untuk meniru karakteristik manusia secara menyeluruh, mulai dari pola berjalan, ekspresi wajah, tekstur kulit, hingga suhu tubuh yang diklaim berkisar antara 32 hingga 36 derajat Celcius.

Versi perempuan Moya memiliki tinggi 165 sentimeter dengan berat 32 kilogram. Dalam keterangan resminya, DroidUp menyatakan robot tersebut dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan, termasuk pilihan karakter dan tampilan gender, dikutip dari laman Oddity Central, Rabu (11/2/2026).

“Baik itu kekuatan tenang versi pria maupun keramahan elegan versi wanita, keduanya dapat disesuaikan untuk berbagai skenario seperti bisnis, layanan kesehatan, dan pendampingan,” tulis perusahaan dalam siaran persnya.

DroidUp mengklaim tingkat kemiripan gaya berjalan Moya dengan manusia mencapai 92 persen. Namun sejumlah video demonstrasi yang beredar menunjukkan gerakan robot tersebut masih terlihat kaku dan belum sepenuhnya menyerupai langkah alami manusia.

Meski demikian, Moya dilengkapi kamera berbasis AI yang ditempatkan di balik matanya. Sistem ini memungkinkan robot mendeteksi keberadaan orang dalam jarak pandang dan merespons melalui percakapan serta ekspresi wajah yang dirancang menyerupai reaksi manusia.

 

Punya Kulit Sintesis

Ilustrasi Robot AI. (Foto: Freepik)

Salah satu fitur yang disorot adalah lapisan kulit sintetis yang terasa hangat saat disentuh. DroidUp menilai aspek suhu tubuh penting dalam membangun interaksi sosial, merujuk pada studi yang menunjukkan bahwa manusia kerap mengaitkan kehangatan fisik dengan kedekatan emosional.

Respons publik terhadap peluncuran Moya terbelah. Sebagian pengguna media sosial memuji terobosan teknologi tersebut, sementara yang lain menilai ekspresi wajah dan gerakannya masih terasa “mengganggu” atau tidak natural.

DroidUp berencana memasarkan Moya secara komersial pada akhir tahun ini dengan harga mulai dari 1,2 juta yuan atau sekitar 173.000 dolar AS. Perusahaan menyebut sektor layanan kesehatan dan pendidikan akan menjadi target pasar awal sebelum memperluas distribusi ke segmen lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya