Kala Juventus Kehilangan Ketenangan dan Insting Pembunuh di Depan Gawang

Juventus kehilangan ketenangan dan determinasi saat menghadapi Lazio, menurut Douglas Costa, setelah gagal memaksimalkan peluang dan hanya meraih hasil imbang.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 10 Februari 2026, 13:10 WIB
Pemain Juventus Kenan Yildiz (kiri) berduel dengan pemain Lazio Adam Marusic pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lazio di Turin, Italia, Minggu, 8 Februari 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kehilangan dua poin penting saat bermain imbang 2-2 melawan Lazio pada laga Liga Italia akhir pekan kemarin. Juventus dinilai tidak menunjukkan ketenangan dan determinasi ketika berada di depan gawang lawan.

Bianconeri sebenarnya menguasai penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Akan tetapi, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat keunggulan peluang tidak berubah menjadi kemenangan.

Lazio justru mampu mencetak dua gol cepat setelah jeda melalui Pedro dan Gustav Isaksen. Sementara itu, tuan rumah baru mampu menyamakan kedudukan lewat dua sundulan Weston McKennie dan Pierre Kalulu pada menit-menit akhir laga.


Kritik Douglas Costa soal Mentalitas Menyerang

Pelatih Juventus asal Italia, Luciano Spalletti (kiri), berbicara dengan bek Juventus asal Prancis bernomor punggung 15, Pierre Kalulu Kyatengwa, selama pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di stadion Allianz di Turin, Senin dini hari WIB. (Isabella BONOTTO/AFP)

Mantan pemain sayap klub Turin itu menilai para pemain kurang lapar gol ketika mendapatkan kesempatan emas. Ia menilai banyak tembakan dilepaskan tanpa perhitungan yang matang dan tidak menunjukkan insting pembunuh di kotak penalti.

“Mereka terlalu sering menembak tanpa ketegasan, seolah hanya melepaskan bola secara acak,” ujar Costa dalam sebuah wawancara. “Mereka memiliki delapan tembakan tepat sasaran, sementara Lazio hanya memiliki delapan tembakan total dan bisa mencetak dua gol.”

Costa menekankan bahwa ketajaman di depan gawang bukan hanya soal bakat, tapi juga kebiasaan yang dilatih setiap pekan. Ia menilai latihan menembak dengan intensitas tinggi harus menjadi perhatian utama jika ingin kembali kompetitif di papan atas.


2 Laga Berat Menunggu di Depan Mata

Aksi Khephren Thuram dalam laga Juventus vs Lazio di Liga Italia, Senin (9/2/2026). (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Juventus kini memasuki pekan krusial dengan agenda Derby d'Italia melawan Inter di San Siro. Laga tersebut akan menjadi ujian mental setelah hasil imbang yang mengecewakan melawan Lazio.

Setelah itu, tim asuhan Luciano Spalletti akan bertolak ke Istanbul untuk menghadapi Galatasaray pada leg pertama babak play-off Liga Champions. Pertandingan beruntun ini menuntut peningkatan efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang di dua kompetisi besar.

Sumber: juvefc


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya