Pola Serangan Manchester United Saat Bungkam Tottenham: Lawan 10 Pemain tak Selalu Mudah

Analisis cara menyerang Manchester United saat menang 2-0 atas Tottenham. Skema bola mati dan kontrol tempo jadi kunci kemenangan MU.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Februari 2026, 13:04 WIB
Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United melihat arlojinya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Tottenham pada pekan ke-25 Premier League. Bermain di Old Trafford, Sabtu (7/2) malam WIB, MU menang dengan skor 2-0.

Namun, skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kompleksitas pertandingan. Tottenham harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, situasi yang justru menghadirkan tantangan berbeda bagi MU.

Dengan keunggulan jumlah pemain, MU menguasai bola dan wilayah permainan. Akan tetapi, rapatnya blok pertahanan Tottenham sempat membuat serangan Setan Merah tersendat.

Di sinilah kematangan taktik dan variasi serangan MU diuji. Michael Carrick menilai timnya mampu menemukan solusi yang tepat dalam situasi tersebut.


Kesabaran dan Variasi Jadi Kunci Serangan MU

Penyerang Manchester United (MU), Bryan Mbeumo, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (7/2/2026). (AP Photo/Jon Super)

Tottenham yang bermain dengan 10 orang memilih bertahan sangat dalam. Mereka menumpuk pemain di area sendiri dan menutup ruang di kotak penalti.

MU tidak terburu-buru. Sirkulasi bola dijaga, dengan rotasi posisi di lini tengah untuk menarik keluar bek lawan.

Beberapa kombinasi pendek di sisi sayap dan half-space terlihat rapi. Meski tidak selalu berujung peluang bersih, tekanan MU konsisten sepanjang laga.

Gol pembuka akhirnya lahir dari bola mati. Skema tendangan sudut yang terencana dengan baik membuktikan MU tidak hanya mengandalkan serangan terbuka.


Bola Mati dan Sentuhan Akhir yang Efektif

Matheus Cunha (kanan) mengajak Amad Diallo (kiri) dan Bryan Mbeumo (tengan) usai dirinya berhasil mencetak gol perdana Manchester United saat melawan Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Skema sepak pojok menjadi pembeda utama. Bryan Mbeumo memaksimalkan situasi tersebut untuk membuka keunggulan MU.

Michael Carrick mengapresiasi cara timnya mengeksekusi rencana. Menurutnya, membongkar tim dengan 10 pemain memang menuntut pendekatan berbeda.

"Ini agak rumit, kita telah melihat berbagai hal berbeda terjadi saat bermain melawan 10 pemain selama bertahun-tahun," ucap Carrick.

"Ada berbagai cara untuk membongkar pertahanan tim lawan, tetapi untungnya bagi kami hari ini, kami berhasil melakukannya," tegas Carrick.


Kecermatan Bruno Fernandes di Kotak Penalti

Gelandang Manchester United (MU), Bruno Fernandes, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (7/2/2026). (AP Photo/Jon Super)

Gol kedua datang lewat serangan terbuka yang lebih direct. Umpan silang Diogo Dalot diselesaikan Bruno Fernandes dengan insting tajam di tiang jauh.

Carrick pun menyoroti konsistensi sang kapten. "Saya pikir level performa Bruno selama periode waktu yang cukup lama ini sangat konsisten. Dia selalu berada di sekitar momen-momen penting dan dia selalu memberikan kontribusi besar," katanya.

Kemenangan ini menegaskan progres MU di bawah Carrick. Serangan yang variatif, sabar, dan efektif menjadi fondasi penting dalam tren positif mereka. MU selalu menang pada empat laga awal bersama Carrick.

Sumber: MEN Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya