Bom Guncang Masjid Syiah di Islamabad, 24 Jamaah Tewas

Siapa pelaku ledakan bom di masjid Pakistan?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 06 Februari 2026, 18:19 WIB
Ilustrasi bom. (Unsplash/Zeferli)

Liputan6.com, Islamabad - Ledakan bom mengguncang sebuah masjid Syiah di pinggiran ibu kota Pakistan, Islamabad, saat salat Jumat, menewaskan sedikitnya 24 jamaah dan melukai hampir 100 orang lainnya. Otoritas setempat menyebut sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis.

Kepolisian Islamabad memastikan ledakan tersebut merupakan serangan teror dan menyatakan penyelidikan tengah dilakukan, dikutip dari laman AP News, Jumat (6/2/2026).

Tim penyelamat dan warga sekitar segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat. Tayangan televisi serta video yang beredar di media sosial memperlihatkan aparat dan warga membawa korban menggunakan kendaraan seadanya.

Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kecurigaan mengarah pada kelompok militan seperti Taliban Pakistan atau afiliasi kelompok Negara Islam (ISIS), yang sebelumnya kerap menargetkan komunitas Syiah—kelompok minoritas di Pakistan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok militan memang kerap menyerang aparat keamanan maupun warga sipil di berbagai wilayah negara itu.

Meski serangan teror relatif jarang terjadi di Islamabad, Pakistan mengalami peningkatan kekerasan bersenjata dalam beberapa bulan terakhir. Gelombang serangan tersebut sebagian besar dikaitkan dengan kelompok separatis Baloch serta Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang memiliki hubungan dengan Taliban Afghanistan. Selain itu, afiliasi regional ISIS juga dilaporkan masih aktif beroperasi di Pakistan.

Wakil Komisaris Islamabad, Irfan Memon, melalui unggahan di platform X, mengonfirmasi jumlah korban tewas meningkat menjadi 24 orang setelah sebelumnya dilaporkan lebih rendah.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut dalam pernyataan terpisah. Keduanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan medis maksimal.

“Menargetkan warga sipil tak bersalah merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Zardari. Ia menegaskan negara berdiri bersama keluarga korban di tengah masa duka.

 

Perintah Penyelidikan

Ilustrasi bendera Pakistan (pixabay)

Sementara itu, Sharif memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. “Para pelaku harus diidentifikasi dan dihukum,” ujarnya. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi juga menyampaikan kecaman dan meminta otoritas memastikan pelayanan medis terbaik bagi para korban. 

Serangan terjadi saat Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev tengah melakukan kunjungan resmi dua hari ke Pakistan dan menghadiri acara bersama Perdana Menteri Sharif di Islamabad. Lokasi acara tersebut berjarak beberapa kilometer dari titik ledakan.

Serangan paling mematikan sebelumnya di Islamabad terjadi pada 2008, ketika bom bunuh diri menghantam Hotel Marriott dan menewaskan 63 orang serta melukai lebih dari 250 lainnya. Pada November lalu, seorang pelaku bom bunuh diri juga menyerang area luar pengadilan di Islamabad, menewaskan 12 orang.

Insiden terbaru ini terjadi hampir sepekan setelah kelompok terlarang Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) melancarkan serangkaian serangan di Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, yang menewaskan sekitar 50 orang. Militer Pakistan mengklaim lebih dari 200 militan tewas dalam operasi balasan pascaserangan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya