Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Para korban tewas usai dibunuh dengan cara diracun.
Dalam peristiwa itu, tiga orang tewas dan satu lainnya ditemukan hidup meski dalam keadaan lemas, berinisial S (22). Dalam perjalanan penyelidikan kasus ini, S yang sempat dirawat usai ikut keracunan ternyata adalah pelaku pembunuhan berencana.
Advertisement
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi hasil pemeriksaan Puslabfor, autopsi dokter forensik, uji toksikologi, serta keterangan saksi dan barang bukti dari lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan menunjukkan racun menjadi penyebab kematian tiga korban. Seluruh temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa S dengan sengaja meracuni anggota keluarganya di rumah kontrakan tersebut.
"Kami menetapkan saudara S sebagai pelaku atau tersangka dari perkara peristiwa keracunan tersebut di mana saudara S memang dengan sengaja meracun ketiga korban tersebut," kata ria saat konferensi pers, Jumat (6/2/2026).
Motif Dendam karena Kerap Dimarahi
Dari pendalaman penyidik, motif perbuatan tersangka dilatarbelakangi dendam terhadap keluarga. Tersangka merasa diperlakukan berbeda dan kerap dimarahi oleh ibunya, hingga berujung pada tindakan fatal yang menewaskan tiga orang.
"Motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," ucap dia.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada 2 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Polisi menerima laporan adanya tiga orang ditemukan meninggal di dalam rumah. Korban masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14).
"Kemudian satu orang tersebut ditemukan dalam keadaan lemas di dalam kamar mandi," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz
Dari keterangan lingkungan sekitar, keluarga tersebut terdiri dari seorang ibu dan empat anak yang tinggal bersama di rumah kontrakan. Ayah mereka diketahui telah meninggal dunia sebelumnya.
Petugas langsung memasang garis polisi, mengamankan lokasi, mencari saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar TKP. "Setelah itu kami tentunya menghubungi Labfor, kemudian Inafis untuk melakukan olah TKP," tandas dia.