Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jepang menegaskan komitmennya untuk memperdalam hubungan dengan Indonesia, khususnya di bidang keamanan, seiring dengan dinamika kawasan yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru, dalam Resepsi Hari Nasional Jepang yang digelar untuk memperingati ulang tahun Kaisar Jepang Naruhito, Kamis (5/2/2026) malam.
Myochin mengatakan bahwa penguatan kerja sama keamanan kini menjadi salah satu fokus utama hubungan bilateral Jepang dan Indonesia. Menurutnya, Tokyo tidak hanya melihat Jakarta sebagai mitra ekonomi strategis, tetapi juga sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Advertisement
“Kami saat ini tengah memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia dalam isu keamanan,” ujar Myochin di hadapan para tamu undangan.
Ia mengungkapkan bahwa Jepang baru saja menandatangani proyek bantuan keamanan resmi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Dalam kerja sama tersebut, Jepang akan menyediakan kapal patroli berkecepatan tinggi yang diperuntukkan bagi Angkatan Laut Indonesia.
Myochin menekankan bahwa kolaborasi ini mencerminkan pendekatan komprehensif Jepang dalam membangun hubungan dengan Indonesia. “Bukan hanya dari sisi ekonomi, kami juga memperkuat kerja sama di bidang keamanan. Kedua aspek ini sama-sama penting,” katanya.
Di luar sektor keamanan, Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu mitra ekonomi utama Indonesia. Dukungan Jepang melalui skema Bantuan Pembangunan Resmi atau Official Development Assistance (ODA) telah berperan signifikan dalam berbagai proyek infrastruktur strategis, termasuk pembangunan dan pengembangan sistem Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.
Investasi di Indonesia
Selain itu, perusahaan-perusahaan Jepang juga telah menanamkan investasi di berbagai sektor vital di Indonesia, mulai dari pembangunan pelabuhan, pembangkit listrik, hingga sektor industri dan manufaktur.
Myochin juga menyinggung peluang kerja sama baru antara kedua negara, khususnya di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai kerja sama di sektor teknologi maju tersebut masih berada pada tahap awal.
“Untuk saat ini, kami melihat pentingnya diskusi antar pemerintah terlebih dahulu, sebelum masuk pada tahap investasi oleh sektor swasta Jepang,” ujarnya.
Resepsi Hari Nasional Jepang tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan penting, antara lain Duta Besar Jepang untuk ASEAN Yonetani Koji serta Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso. Acara ini menjadi momentum diplomatik untuk menegaskan kembali eratnya hubungan Jepang dan Indonesia yang telah terjalin selama puluhan tahun.