Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,1%, Menko Airlangga Sebut Lebih Baik Ketimbang Negara Lain

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan dilihat kuartal ke kuartal.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Februari 2026, 20:30 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2025 mencatatkan kinerja yang solid dengan angka mencapai 5,39%.(Foto: laman ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2025 mencatatkan kinerja yang solid dengan angka mencapai 5,39%, menandakan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir dan menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang terus membaik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan secara tahunan atau year-on-year, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,11%. Angka tersebut dinilai relatif baik jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain. 

"Jadi pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-IV angkanya baik, yaitu di 5,39% dan secara year-on-year 5,11%,” ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, jika dilihat secara kuartal ke kuartal, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Bahkan, capaian pada akhir 2025 ini menjadi yang tertinggi dibandingkan empat kuartal sebelumnya.

“Kalau kita lihat kuartal per kuartal itu terus baik dan ini adalah tertinggi dari empat kuartal yang lalu,” katanya.

Airlangga menambahkan, kinerja positif tersebut didorong oleh sejumlah sektor unggulan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional. Sektor perindustrian, misalnya, tumbuh sebesar 5,4% dengan kontribusi yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, sektor perdagangan dan pertanian juga mencatatkan pertumbuhan yang relatif tinggi.

Dia menuturkan, sektor-sektor tersebut merepresentasikan lebih dari 40% struktur ekonomi Indonesia. Kondisi ini semakin diperkuat dengan kinerja konsumsi masyarakat yang tetap positif. 

“Ini menunjukkan fondasi ekonomi kita cukup kuat, karena ditopang oleh sektor-sektor utama dan konsumsi yang terus berjalan,” ucap Airlangga.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV 2025

Dari sisi domestik, aktivitas konsumsi diperkirakan akan menguat pada 2024. Hal itu sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat, inflasi yang terkendali, dan meningkatnya penciptaan lapangan kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39% secara year on year atau tahunan.

Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar WIdyasanti, menjelaskan pertumbuhan ekonomi itu tersebut mengacu pada ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan triwulan IV 2024 atau secara year on year mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen," kata Amalia dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto atau PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp 13.580,5 triliun.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen," ujarnya.

Lebih lanjut, Amalia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pasca pandemi covid," ujarnya.

 

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha

Suasana gedung bertingkat dan permukiman warga di kawasan Jakarta, Senin (17/1/2022). Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 5,2 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BPS mencatat dari sisi lapangan usaha pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi bsar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

"Di mana total share kelima usaha ini mencakup sebesar 63,09 persen PDB," ujarnya.

Lapangan Usaha yang tumbuh Tinggi pada Kuartal IV 2025

Adapun lapangan usaha yang tumbuh tinggi antara lain yang pertama, transportasi dan pergudangan, di mana kedua lapangan usaha ini tumbuh karena didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan adanya libur nataru dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan serta beberapa kebijakan ekonomi lainnya.

Kedua, informasi dan komunikasi, di mana sektor ini tumbuh 8,09 persen yang didorong oleh peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan trafic data operator seluler. "Apabila kita lihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan IV 2025, maka industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan 1,10 persen basis poin," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya