Purbaya Acungi Jempol UMKM Sawit: Serap Tenaga Kerja, Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengembangan produk turunan kelapa sawit memiliki potensi besar.

oleh Septian DenyDiterbitkan 05 Februari 2026, 19:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat acara Semangat Awal Tahun 2026, di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

 

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Hal tersebut disampaikan oleh Menkeu Purbaya setelah melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang pada akhir Januari 2026 lalu.

Menkeu Purbaya mengatakan pengembangan produk turunan kelapa sawit memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

"Selain berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja, UMKM berbasis sawit juga mampu menciptakan pemerataan ekonomi," ujar Purbaya dikutip Kamis (5/2/2026).

Oleh karena itu, Purbaya berkomitmen untuk mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui berbagai kebijakan fiskal yang berpihak kepada UMKM. “Kedepan pasti lebih cepat pertumbuhan UMKM sawit. Ini kita baru mulai,” jelas Purbaya lagi.

Purbaya menambahkan, produk UMKM sawit memiliki kualitas sangat baik. Misalnya, produk batik sawit yang dikembangkan oleh CV Smart Batik Indonesia dinilai memiliki kualitas desain dan bahan yang sangat baik.

Purbaya juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk batik sawit. “Produk ini (batik sawit) bagus sekali dan enak dipakai,” tandas Purbaya.

Batik sawit merupakan hasil inovasi UMKM yang memanfaatkan bagian sawit dalam pembuatan produk. Batik ini diproduksi oleh Smart Batik yang merupakan UMKM binaan BPDP sejak tahun 2023 lalu.

Usaha batik sawit ini telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain Smart Batik, dua UMKM lain yang turut berpartisipasi dalam pameran UMKM diKPPN Magelang adalah Karplanter dan UMKM Berkah Kita.

 

Pengembangan media Tanam Ramah Lingkungan

Sebelumnya, sampai 31 Agustus 2025, APBN mengalami defisit Rp 321,6 triliun. Realisasi itu setara dengan 1,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (merdeka.com/Arie Basuki)

Karplanter memproduksi potterrazzo dari perpaduan gypsum dan cangkang kelapa sawit. Selain itu, Karplanter mengembangkan media tanam ramah lingkungan yang merupakan campuran dari tandan kosong kelapa sawit, kompos, sekam dan cocopeat.

Perpaduanbahan-bahan tersebut menghasilkan media tanam yang subur, ringan dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus menjadi solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit. Adapun, UMKM Berkah Kita memproduksi LUNAR yang meliputi lilin aromatik serta sabun cuci rempah berbahan dasar minyak jelantah.

Inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen UMKM Berkah Kita dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular dan berkelanjutan.

 

Hilirisasi

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target. Tampak dalam foto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan kehadiran BPDP dalam kegiatan pameran UMKM di KPPN Magelang merupakan wujud nyata dukungan terhadap upaya hilirisasi dan pengembangan produk berbasis kelapa sawit melalui kegiatan promosi.

“Pada kegiatan ini kami membawa beberapa mitra binaan kami yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mendukung hilirisasi serta pengembangan produk berbasis sawit.

"Kami berharap UMKM sawit ke depan dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing,” tutup Helmi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya