Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan memastikan langkah ke semifinal Coppa Italia 2025/2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas Torino. Laga perempat final itu berlangsung di Stadion U-Power, Monza, Kamis (05/02/2026) dini hari WIB.
Nerazzurri tampil meyakinkan meski tidak bermain di kandang sendiri akibat San Siro dipersiapkan untuk Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Rotasi pemain dilakukan, termasuk memberi kepercayaan penuh kepada sejumlah pemain muda.
Advertisement
Gol Inter dicetak lewat sundulan Ange-Yoan Bonny yang memanfaatkan assist Issiaka Kamate, disusul Andy Diouf sesaat setelah jeda. Torino sempat menipiskan jarak melalui Sandro Kulenovic, membuat laga berjalan menegangkan hingga akhir.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiket semifinal, tetapi juga menyorot filosofi Cristian Chivu. Sang pelatih menegaskan pentingnya energi, kedalaman skuad, dan peran besar akademi klub dalam menjaga kekuatan Inter.
Chivu Puas dengan Penampilan Inter
Cristian Chivu mengaku puas dengan cara Inter menjalani laga krusial ini. Ia menilai para pemain menunjukkan energi dan intensitas yang dibutuhkan dalam pertandingan sistem gugur.
Menurut Chivu, momen krusial terjadi saat skor berubah menjadi 2-1. Torino mencoba bangkit dan memanfaatkan momentum, namun Inter tetap mampu mengendalikan situasi.
Ia menegaskan timnya tidak banyak memberi ruang berbahaya bagi lawan meski tekanan meningkat di menit-menit akhir. “Saya puas dengan performa, energi yang kami butuhkan dalam pertandingan seperti ini, dan apa yang berhasil kami ciptakan. Tak pelak, ketika skor menjadi 2-1, lawan akan mendapatkan momentum baru dan mencoba memanfaatkan antusiasme tersebut, tetapi mereka tidak menimbulkan banyak masalah bagi kami," tuturnya pada Sport Mediaset, via Football Italia.
Pujian untuk Pemain Muda dan Akademi Inter
Chivu secara khusus menyoroti kontribusi pemain muda yang mendapat kesempatan tampil sejak awal. Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate dipercaya mengisi starting XI dan mampu menjawab tantangan.
Kamate bahkan berperan langsung dalam terciptanya gol pembuka melalui assist akuratnya. Penampilan mereka dianggap mencerminkan kualitas pembinaan jangka panjang Inter.
Pelatih asal Rumania itu juga melontarkan pujian besar kepada jajaran akademi klub. “Saya memuji Cocchi dan Kamate, tetapi juga ingin memuji mereka yang menjalankan akademi muda Inter, yang telah bekerja dengan para pemain muda ini selama bertahun-tahun. Saat ini Cocchi dan Kamate, tetapi saya juga bisa menyebut Bovo, Topalovic, Alexiou, dan Berenbruch," pujinya.