Liputan6.com, Jakarta - Langit Cilegon tercemar asap oranye yang diduga berasal dari pabrik PT Vopak yang berlokasi di sekitarnya. Peristiwa itu menyebabkan warga sekitar mengalami sesak napas.
Mayoritas paparan asap oranye itu dirasakan warga yang tinggal di RT 02, RW 02, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Meski sebagian warga sudah membaik, kondisi kesehatan mereka akan terus dipantau.
Advertisement
"Warga menjalani pemantauan kesehatan pascinsiden. Kami menyampaikan informasi ke masyarakat supaya tidak panik. Warga juga diimbau tetap berhati-hati saat ada aktivitas di area perusahaan," ujar Erik, ketua RT setempat, Kamis, (05/02/2026).
Pihak RT juga terus berkomunikasi dengan perusahaan untuk memastikan warga mendapatkan pertolongan bila sewaktu-waktu kondisi itu terulang lagi.
"Komunikasi antara warga dan perusahaan terus diperkuat agar situasi tetap kondusif," terangnya.
PT Vopak Bersikukuh Tak Ada Kebocoran di Pabrik
Terpisah, PT Vopak mengaku tidak ada kebocoran tangki maupun pipa. Menurut mereka, asap oranye itu merupakan uap yang muncul akibat sisa bahan di wadah pengumpul yang bereaksi dengan air. Saat asap itu muncul pada 31 Januari 2026 silam, dengan cepat bisa ditangani dalam waktu 5 menit.
"Perusahaan telah berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat serta melakukan monitoring langsung ke lingkungan permukiman," ujar HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita, Kamis, (05/02/2026).
Setelah tragedi asap pekat berwarna oranye itu, pihak perusahaan turut memantau kualitas udara di sekitar lokasi. Hal yang sama juga dilakukan Dinas LH Kota Cilegon dan juga kepolisian.
PT Vopak Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan tidak ada dampak negatif setelah asap pekat itu mencemari langit Cilegon.
"Operasional berjalan normal. Keselamatan karyawan dan masyarakat menjadi prioritas. Hingga kini, proses klarifikasi dengan pihak berwenang masih berlangsung," jelasnya.