Dino Patti Djalal Dipanggil Prabowo, Ini yang Akan Dibahas

Dino Patti Djalal membenarkan menerima undangan Presiden Prabowo Subianto untuk berdiskusi mengenai arah politik luar negeri Indonesia.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 Februari 2026, 15:46 WIB
Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri membenarkan mendapatkan undangan dari Presiden Prabowo Subianto untuk berdiskusi mengenai kondisi politik luar negeri.

"Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, including Palestina," kata dia di  Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/6/2026).

Kendati pernah menyampaikan kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza lewat media sosialnya, Dino memilih irit komentar terkait isu itu.

"Saya nanti saja. By the way, i miss this place (saya rindu tempat ini)," ungkap Dino.

"I don't know anything, karena hanya mendapat undangan," sambungnya.

Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri, Marty Natalagewa yang juga hadir, mengaku belum mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Prabowo.

Dia akan mendengar penjelasan terlebih dahulu, termasuk soal keiikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

"Saya ada pandangan sendiri (soal Board of Peace), tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti," tutur Marty.

Sebelumnya, Wamenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, Presiden Prabowo mengundang para mantan Menlu dan Wamenlu serta para pemikir untuk berdiskusi soal isu terkini. Khususnya, terkait kondisi geopolitik.

"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu wakil Menlu juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi. Situasi geopolitik dan lain sebagainya," jelas Arrmanatha.

 

 

Prabowo Undang Mantan Menlu-Wamenlu ke Istana

Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan-mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI hingga akademisi di bidang internasional ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). Selain itu, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI juga turut diundang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para mantan Menlu RI hingga akademisi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 14.18 WIB.

Mereka yang hadir yakni, mantan Menlu RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa, mantan Menlu RI periode 2014-2024 Retno Marsudi, mantan Menlu RI periode 1999-2001 Alwi Shihab, hingga mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal.

Prabowo Undang Ormas Islam

Pada Selasa kemarin, sejumlah pimpinan ormas Islam serta tokoh Islam menemui Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mulai dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, hingga Syarikat Islam.

Pertemuan tersebut akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dia mengaku diminta Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepada tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.

"Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh islam yang siang ini diundang oleh Bapak Presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.

"Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," tutur Teddy.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan bentuk silaturahmi antara Prabowo dengan tokoh Islam. Menurut dia, Prabowo akan memberikan informasi aktual kepada para ulama terkait kondisi terkini.

"Mungkin Bapak Presiden akan memberikan informasi-informasi yang aktual kepada para ulama kita. Tapi pada sisi yang terbalik juga mungkin ulama-ulama kita juga akan memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara. Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya," jelas Nasaruddin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya