Prabowo Undang Mantan Menlu-Wamenlu ke Istana, Ada Retno Marsudi hingga Dino Patti Djalal

Prabowo mengundang para mantan Menlu dan Wamenlu serta para pemikir ke Istana untuk berdiskusi soal isu terkini.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 Februari 2026, 14:59 WIB
Hal itu dipaparkan Presiden Prabowo saat berpidato pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengangkat tangan saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan-mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI hingga akademisi di bidang internasional ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). Selain itu, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI juga turut diundang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para mantan Menlu RI hingga akademisi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 14.18 WIB.

Mereka yang hadir yakni, mantan Menlu RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa, mantan Menlu RI periode 2014-2024 Retno Marsudi, mantan Menlu RI periode 1999-2001 Alwi Shihab, hingga mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal.

Wamenlu RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, Presiden Prabowo mengundang para mantan Menlu dan Wamenlu serta para pemikir untuk berdiskusi soal isu terkini. Khususnya, terkait kondisi geopolitik.

"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu wakil Menlu juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi. Situasi geopolitik dan lain sebagainya," jelas Arrmanatha.

Sementara itu, mantan Menlu RI era Presiden keenam RI, Marty Natalagewa mengaku belum mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Prabowo. Dia akan mendengar penjelasan terlebih dahulu, termasuk soal keiikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

"Saya ada pandangan sendiri (soal Board of Peace), tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti," tutur Marty.

Prabowo Undang Ormas Islam

Pada Selasa kemarin, sejumlah pimpinan ormas Islam serta tokoh Islam menemui Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mulai dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, hingga Syarikat Islam.

Pertemuan tersebut akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dia mengaku diminta Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepada tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.

"Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh islam yang siang ini diundang oleh Bapak Presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.

"Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," tutur Teddy.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan bentuk silaturahmi antara Prabowo dengan tokoh Islam. Menurut dia, Prabowo akan memberikan informasi aktual kepada para ulama terkait kondisi terkini.

"Mungkin Bapak Presiden akan memberikan informasi-informasi yang aktual kepada para ulama kita. Tapi pada sisi yang terbalik juga mungkin ulama-ulama kita juga akan memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara. Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya," jelas Nasaruddin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya