Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua Dibekali Hidroponik dan Kewirausahaan Berbasis Data

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) melatih siswa berpikir kritis dan memahami sains berbasis data melalui budi daya hidroponik.

oleh Khamelia MarshaDiterbitkan 05 Februari 2026, 20:02 WIB
Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mengembangkan model pembelajaran sains berbasis data yang dipadukan dengan kegiatan kewirausahaan (edupreneurship) melalui budi daya tanaman hidroponik.

Kepala SATP Sonianto Kuddi mengatakan, program tersebut memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan berbasis data membantu siswa memahami proses ilmiah secara lebih sistematis.

"Anak-anak belajar bahwa setiap informasi harus didasarkan pada data, sehingga mereka tidak mudah percaya tanpa bukti," kata Sonianto, melansir Antara, Rabu (4/2/2026). 

Dalam pelaksanaannya, siswa dibekali keterampilan riset dasar melalui pengamatan langsung terhadap pertumbuhan tanaman hidroponik.

Proses pembelajaran mencakup pendataan jumlah daun, pengukuran tinggi tanaman, hingga pencatatan durasi pertumbuhan, yang selanjutnya diolah ke dalam tabel dan grafik sebagai bahan analisis serta dasar penyusunan kesimpulan. 

"Pembelajaran sains berbasis data tersebut dipadukan dengan program edupreneurship yang dikelola melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Edupreneur SATP," ucap Sonianto.

Siswa juga mendapatkan pembekalan keterampilan kewirausahaan, mulai dari menghitung modal, memperkirakan waktu panen, hingga menilai potensi keuntungan dan risiko usaha.

"UPT Edupreneur sudah berjalan dua tahun dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp200 juta. Dana itu dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan lomba sains tingkat kabupaten serta keberangkatan siswa mengikuti kompetisi di Jakarta dan Yogyakarta," terang Sonianto.

Hidroponik Berkelanjutan

Ilustrasi tanaman hidroponik. (Pixabay/cepris)

Sonianto menjelaskan, SATP menanam sayuran hidroponik, termasuk pakcoy dan selada, menggunakan sistem tanam yang teratur dan berkelanjutan. Setiap panen rata-rata menghasilkan 100 kilogram sayuran yang dipasarkan melalui mitra kerja, dengan harga jual sekitar Rp50.000 per kilogram.

Greenhouse yang digunakan memiliki luas sekitar 40,25 meter persegi dengan 20 meja tanam, masing-masing meja memiliki 100 lubang tanam. Sistem tanam bergilir diterapkan sehingga panen dapat dilakukan setiap dua minggu.

"Semua fasilitas hidroponik kami kelola berkelanjutan supaya bisa panen setiap dua minggu sekali," ucap Sonianto.

SATP menekankan keberlanjutan pengelolaan fasilitas hidroponik dengan memperhatikan ketersediaan bibit, pupuk AB mix, dan perlengkapan lainnya. 

Meski sebagian besar kebutuhan proyek dapat diperoleh di Timika, kendala kerap muncul, terutama ketersediaan plastik UV yang harus dikoordinasikan melalui yayasan pusat di Jakarta dengan menggunakan dana hasil usaha, agar aktivitas hidroponik tidak terhenti.

Pendampingan dan Kemandirian Siswa

tujuan hidroponik ©Ilustrasi dibuat AI

Implementasi program hidroponik SATP diawali dari kunjungan ahli hidroponik PT Freeport Indonesia yang menilai aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Diskusi berlanjut hingga mendatangkan tenaga ahli, Okto Magai, yang membangun greenhouse lengkap dengan peralatan dan melatih siswa serta guru SATP.

"Setelah satu hingga dua bulan pendampingan, siswa dilepas untuk mengelola sendiri. Namun kerja sama tetap berjalan, dan seluruh hasil panen dijual kembali ke mitra, yakni PT Namo Jaya Timika," terang Sonianto.

Selain hidroponik, siswa juga menanam berbagai tanaman di bedeng sekolah, seperti terong dan sayuran lainnya, untuk membandingkan metode tanam. 

Pihak sekolah berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat diterapkan setelah lulus, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri di lingkungan masing-masing.

Infografis Tanaman Sayuran yang Cocok Ditanam di Lahan Sempit. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya