Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia Curi Perhatian di Pameran Buku Kairo

Hilma menjelaskan, Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia mulai dikembangkan sejak 2018.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 03 Februari 2026, 12:18 WIB
Simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair ke-57 (CIBF) di Kairo, Mesir.

Liputan6.com, Jakarta - Simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair ke-57 (CIBF) di Kairo, Mesir. Inovasi ini dinilai unik karena menjadi yang pertama di dunia yang mengisyaratkan lafaz dan huruf Al-Qur’an dengan tetap memperhatikan harakat serta kaidah tajwid.

Pentashih Mushaf Al-Qur’an Isyarat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Hilma Rosyida Ulya, mengatakan metode ini berbeda dengan praktik yang selama ini berkembang, yang umumnya hanya menyampaikan makna ayat melalui bahasa isyarat.

“Ini pertama di dunia Al-Qur’an diisyaratkan pada level lafaz dan huruf, dengan tetap memperhatikan harakat dan tajwidnya. Tujuannya agar Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) dapat membaca Al-Qur’an secara tartil,” ujar Hilma di Kairo, Selasa (3/2/2026).

Hilma menjelaskan, Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia mulai dikembangkan sejak 2018. Pengembangannya berangkat dari gagasan inisiator Ida Zulfiya Choiruddin dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag, yang kemudian berkoordinasi dengan Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) dan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPP PPDI).

Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia dicetak pada 2024 dan rampung pada 2025 dengan total produksi 2.000 set Al-Qur’an Isyarat Indonesia 30 juz yang terbagi dalam dua jilid. Selain versi cetak, mushaf ini juga tersedia dalam aplikasi Qur’an Kemenag.

 

Sambutan Baik Komunitas Tuli

Sebelum dipamerkan di Mesir, Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia telah diperkenalkan di Malaysia pada 2025 dan mendapat respons positif. Di dalam negeri, mushaf ini disambut baik oleh komunitas Teman Tuli karena menghadirkan media baru untuk melafalkan ayat Al-Qur’an secara utuh, tidak hanya memahami maknanya.

Dalam simulasi yang ditampilkan di Paviliun Indonesia, pengunjung diperkenalkan pada konsep dasar isyarat huruf, harakat, dan tajwid, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan lafaz basmalah.

“Simulasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Al-Qur’an Isyarat, khususnya bagi PDSRW di Mesir, sekaligus bagi pengunjung dengar yang datang ke Paviliun Indonesia,” kata Hilma.

Menurut Hilma, selama ini Teman Tuli umumnya hanya memiliki akses pengisyaratan makna ayat, bukan pada pelafalan huruf dan tajwidnya. Dengan mushaf ini, PDSRW diharapkan dapat membaca Al-Qur’an secara lebih lengkap dan sesuai kaidah.

Ia menambahkan, saat ini Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama baru memiliki satu ahli Al-Qur’an Isyarat yang secara khusus menangani pengembangan dan pendampingan mushaf tersebut.

Respons pengunjung di Mesir terhadap simulasi Al-Qur’an Isyarat dinilai positif. Sejumlah doktor dan ahli bahasa isyarat dari Mesir tertarik berdiskusi lebih lanjut dan telah terhubung langsung dengan Ida Zulfiya Choiruddin sebagai inisiator.

“Teman Tuli di Mesir merasa senang mengetahui adanya perhatian berupa media yang memungkinkan mereka membaca Al-Qur’an dengan tartil,” ujar Hilma.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah menyebut Al-Qur’an Bahasa Isyarat sebagai salah satu fitur paling ikonik di Paviliun Indonesia.

“Banyak pengunjung yang tertarik mempelajari Al-Qur’an bahasa isyarat. Ini menjadi bukti bahwa Islam Indonesia memiliki kepedulian kuat terhadap inklusivitas,” kata Lubenah.

Selain Teman Tuli, pengunjung umum, baik warga Mesir maupun mahasiswa Indonesia di Mesir, juga terlihat antusias mengikuti simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Paviliun Indonesia.

Infografis Sejumlah daerah memiliki tradisi 'bersih-bersih diri' dengan cara mandi menyambut Ramadan (dok. Liputan6.com/Tri Yasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya