Jusuf Hamka Dukung Indonesia Gabung Board of Peace: Kita Jangan Suudzon

Jusuf Hamka menilai keputusan Prabowo bergabung dalam Board of Peace merupakan langkah strategis yang patut didukung.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 03 Februari 2026, 16:50 WIB
Jusuf Hamka, tokoh muslim Tionghoa sebelum bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Jusuf Hamka, tokoh muslim Tionghoa ini mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia meminta masyarakat untuk percaya dan berprasangka baik dengan keputusan Prabowo.

"Member-nya kan banyakan negara-negara muslim. Kita harus percaya Presiden Prabowo ini bekas Panglima Kostrad, panglima perang, pasti ahli strategi. Kita jangan suudzon (berprasangka buruk), kita harus husnuzon (berprasangka baik)," kata dia sebelum bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Jusuf Hamka meyakini, Prabowo punya strategi sebelum memutuskan bergabung dalam Board of Peace. Menurut dia, itu lebih biak dibandingkan Indonesia hanya menjadi penonton di luar.

"Beliau pasti mempunyai strategi. Daripada coba lihat. Kita anggota Dewan Keamanan PBB. Tapi kita tidak punya hak veto. Sekarang ini kita 2 per 3 punya hak veto," ungkap dia.

"Daripada kita nonton di luar kan mendingan kita mewarnai di dalam. Kalau menurut saya. Jadi kalau saya sebagai warga negara yang baik. Sebagai umat beragama yaitu, sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami patuh)," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam serta tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mulai dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, hingga Syarikat Islam.

 

Prabowo Kumpulkan Tokoh Agama

Pertemuan tersebut akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengebai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dia mengaku diminta Presiden Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepasa tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.

"Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh islam yang siang ini diundang oleh Bapak Presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.

"Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," tutur Teddy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya