Bocah SD di Ngada NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tetangga: Anaknya Baik dan Rajin Belajar

Seorang bocah SD di Ngada NTT ditemukan tewas tergantung menjadi sorotan banyak pihak.

oleh Ola KedaDiterbitkan 03 Februari 2026, 15:24 WIB
Polisi melakukan olah TKP di lokasi korban gantung diri. (Liputan6.com/ Ola Keda)

 

Liputan6.com, Ngada - Siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah pohon cengkeh. Sebelum anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya.

Peristiwa ini menyisakan luka batin yang luar biasa bagi keluarga dan warga tempat tinggalnya, Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu.

Bernardus H Tage, Camat Jerebuu, mengatakan, berdasarkan pengakuan para tetangga, YBS adalah anak baik, jarang terlihat sedih, dan juga rajin belajar meski secara perekonomian sangat kekurangan.

Sehari sebelumnya, YBS menginap di rumah ibunya. Saat itulah dia sempat minta uang untuk membeli buku serta pena.

"Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan," ujarnya.

Tinggal Bersama Nenek 80 Tahun

Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Sementara ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah bersama lima saudaranya.

"Dia jarang mendapat kasih sayang, karena dia merupakan anak dari suami ketiga ibunya," jelasnya.

Bernardus juga mengatakan, YBS ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis siang oleh warga setempat yang kebetulan tengah mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban.

Kamis paginya, kata Tage, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah. Padahal pagi itu ia seharusnya bersekolah.

Sementara MGT (47), ibu korban yang, menuturkan, pada malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah bersamanya. Keesokan paginya, korban dititipkan ke tukang ojek dengan tujuan pondok neneknya, sekitar pukul 06.00 Wita.

Ibu korban sempat memberikan nasihat terakhir kepada korban agar rajin bersekolah. Ibunya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan. Saat ini memperoleh uang memang tidak mudah.

 

Surat untuk Ibu

Tulisan tangan YBS (10), siswa kelas IV pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum ditemukan tewas gantung diri. (Liputan6.com/ Ola Keda)

Setelah ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada juga mengonfirmasi menemukan secarik kertas bertulis tangan memakai bahasa daerah setempat. Isinya adalah surat perpisahan YBS kepada sang ibu dan keluarga.

KERTAS TII MAMA RETI

MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA

MAMA JAO GALO MATAMAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA

yang artinya :

SURAT BUAT MAMA RETI

MAMA SAYA PERGI DULUMAMA RELAKAN SAYA PERGIJANGAN MENANGIS YA MAMA

MAMA SAYA PERGITIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

SELAMAT TINGGAL MAMA

Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya