Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan pimpinan seiring proses pengunduran diri Direktur Utama sebelumnya, Iman Rachman.
Penunjukan Jeffrey Hendrik ditetapkan melalui Rapat Direktur (Radir) yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026. Pada hari yang sama, Jeffrey langsung efektif menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Pjs Dirut BEI.
Advertisement
"Pak Jeffrey. Waktu hari Jumat langsung," kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Lantas siapa sosok Jeffrey?
Mengutip laman BEI, Selasa (3/2/2026), Jeffrey Hendrik bukan sosok baru di lingkungan Bursa Efek Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu penggerak utama pengembangan produk dan inisiatif pasar modal.
Karier Jeffrey di industri keuangan dimulai pada 1994 di PT Zone Pratama. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di bidang corporate finance di PT Transpacific Securindo pada periode 1996–1999.
Karir Menanjak
Nama Jeffrey semakin dikenal saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022.
Selain berkarier di sektor profesional, Jeffrey juga aktif dalam berbagai organisasi dan komite strategis.
Ia pernah menjadi Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departement Perdagangan Efek (2020-2022), dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak tahun 2021.
Dari sisi akademik, Jeffrey meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995, yang menjadi pijakan awal perjalanan panjangnya di pasar modal Indonesia.
Dirut BEI Mengundurkan Diri
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal dalam dua hari terakhir yang mengalami tekanan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Iman dalam keterangan singkat kepada media, tanpa sesi tanya jawab. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi kebaikan pasar modal Indonesia ke depan.
“Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).