Awas Jebakan Hoaks Pendaftaran Seleksi CPNS 2026 Gunakan AI

Waspada hoaks pendaftaran seleksi CPNS 2026 dengan memanfaatkan tenologi AI, simak penjelasan dari BKN.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 04 Februari 2026, 07:00 WIB
Tangkapan layar hoaks link pendaftaran CPNS 2026 yang beredar di Facebook.

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks pendaftaran seleksi CPNS 2026 dengan memanfaatkan tenologi AI sedang beredar lewat media sosial. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dan mewaspadai.

Hoaks pendaftaran seleksi CPNS 2026 tersebut dikemas dalam bentuk video menampilkan figur menyerupai Kepala BKN Zudan. Video itu sendiri berisi informasi pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2026, dan mengarahkan masyarakat ke tautan tidak resmi yang berpotensi mengandung risiko kejahatan siber.

“Seluruh informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah tidak benar (hoaks), dan tidak pernah diumumkan melalui kanal resmi BKN," kata Zudan, dikutip dari situs resmi BKN, Selasa (3/2/2026)

Menyikapi hal ini, BKN segera melakukan penelusuran serta pemeriksaan mendalam guna memastikan keaslian konten yang beredar.

Berdasarkan hasil analisis forensik digital, BKN memastikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake. Rekayasa tersebut memalsukan wajah dan suara sehingga menyerupai sosok Kepala BKN Prof. Zudan.

Secara teknis, video tersebut tidak memenuhi unsur rekaman autentik, baik dari sisi visual, audio, perilaku biologis wajah, konsistensi pencahayaan, maupun metadata digital.

"Oleh karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan informasi apa pun. BKN juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat penyebarluasan maupun penyalahgunaan konten tersebut,” tegas Zudan.

Zudan juga mengimbau agar masyarakat waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan pejabat atau institusi negara, terutama yang beredar di media sosial dan disertai tautan mencurigakan.

Masyarakat diharapkan untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BKN, dan tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya