Cara Beternak untuk Tambahan Ekonomi Keluarga, Peluang Usaha yang Bisa Dimulai dari Rumah

Beternak untuk tambahan ekonomi keluarga bisa dimulai dari rumah. Modal kecil, dikelola bertahap, dan melibatkan keluarga jadi peluang usaha yang realistis.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 02 Februari 2026, 17:20 WIB
Ilustrasi Ternak Ayam/Photo by Mr Wang on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - beternak untuk tambahan ekonomi bisa jadi solusi yang bisa dilakukan di rumah. Di tengah tekanan ekonomi dan harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik, beternak kembali menjadi pilihan rasional bagi banyak keluarga. Usaha ini dinilai mampu memberikan pemasukan tambahan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama, terutama jika dijalankan dalam skala kecil dan menyesuaikan kondisi rumah tangga.

Beternak bukan lagi identik dengan lahan luas atau modal besar. Dengan perencanaan sederhana dan pengelolaan yang tepat, aktivitas ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang stabil bagi keluarga.

“Beternak itu cocok untuk ekonomi keluarga karena bisa dimulai kecil dan bertahap,” ujar Suranta, seorang peternak di Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah  yang telah lama mendalami usaha peternakan rumahan, ditemui di rumahnya, Senin (2/2/2026).

Skala Kecil sebagai Langkah Awal yang Aman

Ilustrasi Beternak Ayam Kampung/Photo by Will H McMahan on Unsplash

Bagi keluarga pemula, memulai beternak dalam skala kecil dinilai lebih aman. Jumlah ternak bisa disesuaikan dengan kemampuan perawatan dan modal yang tersedia. Beberapa jenis ternak yang umum dipilih antara lain unggas, ternak kecil, atau perikanan sederhana.

Dengan skala terbatas, biaya pakan dan perawatan dapat dikontrol, sementara risiko kerugian bisa ditekan. Hasilnya mungkin belum besar, namun cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Menurut Suranta, kesalahan umum adalah ingin langsung besar. “Padahal yang penting itu konsisten dulu, bukan banyaknya ternak,” katanya.

Mengoptimalkan Waktu dan Lingkungan Sekitar

Salah satu keunggulan beternak sebagai tambahan ekonomi keluarga adalah fleksibilitas waktu. Perawatan ternak dapat dilakukan pagi dan sore hari, sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama. Selain itu, banyak kebutuhan ternak yang sebenarnya bisa dipenuhi dari lingkungan sekitar.

Sisa sayuran dapur, limbah pertanian, hingga dedaunan hijau dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan. Cara ini membantu menekan biaya operasional dan membuat usaha ternak lebih efisien.

“Kalau pintar memanfaatkan lingkungan, biaya pakan bisa jauh lebih hemat,” ujar Suranta.

Menghadapi Tantangan dengan Pendekatan Bertahap

Ilustrasi Pakan Ternak Ayam. (Foto: AI)

Tantangan dalam beternak rumahan tidak bisa dihindari, mulai dari keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, hingga ketidakpastian harga jual. Karena itu, pendekatan bertahap menjadi strategi yang paling aman bagi keluarga yang baru memulai. Alih-alih langsung memperbesar skala, peternak dianjurkan memulai dari jumlah ternak yang mudah dikontrol.

Sebagai contoh, pada beternak unggas skala rumah tangga, keluarga dapat memulai dengan 20 ekor ayam. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau dan bisa disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga.

Perhitungan sederhananya sebagai berikut:

Bibit ayam (20 ekor × Rp10.000) : Rp200.000

Pakan awal 1 bulan : Rp250.000

Perbaikan atau pembuatan kandang sederhana : Rp150.000

Obat dan vitamin dasar : Rp50.000

Total modal awal sekitar Rp650.000

Dengan skala ini, risiko kerugian masih bisa ditoleransi. Jika terjadi kematian ternak atau hasil belum optimal, beban ekonomi keluarga tidak terlalu terganggu. Setelah satu siklus berjalan dan ternak menunjukkan hasil, barulah jumlah ternak bisa ditambah secara bertahap.

Suranta menilai perhitungan seperti ini penting agar peternak tidak salah langkah sejak awal. “Yang penting tahu batas kemampuan. Jangan sampai ternak malah jadi beban karena perhitungan tidak matang,” ujarnya.

Pendekatan bertahap juga memberi ruang untuk belajar dari kesalahan. Peternak bisa mengevaluasi pola pakan, kebersihan kandang, hingga manajemen waktu sebelum memperluas usaha. Dengan cara ini, tantangan tidak dihadapi dengan spekulasi, melainkan dengan perencanaan yang realistis dan terukur.

 

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Berapa modal minimal yang dibutuhkan untuk memulai beternak di rumah?

A: Modal awal sangat bergantung pada jenis ternak yang dipilih. Untuk unggas seperti ayam kampung, modal Rp 500.000 - Rp 1.000.000 sudah cukup untuk memulai dengan 10-15 ekor DOC (Day Old Chick). Modal ini sudah termasuk bibit, pakan awal, dan kandang sederhana.

Q: Jenis ternak apa yang paling cocok untuk pemula dan keluarga?

A: Ayam kampung atau bebek menjadi pilihan terbaik untuk pemula. Kedua jenis unggas ini relatif mudah perawatannya, tahan penyakit, dan pasarnya selalu ada. Selain itu, lele dalam kolam terpal juga cocok karena tidak memerlukan lahan luas dan pertumbuhannya cepat. 

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap hari untuk merawat ternak?

A: Untuk skala rumahan, waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Sekitar 30-60 menit di pagi hari untuk memberi pakan, membersihkan kandang, dan mengecek kondisi ternak. Sore hari butuh waktu 20-30 menit untuk memberi pakan lagi dan memastikan kandang aman.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya