Cegah Longsor, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Dorong Dataran Tinggi jadi Kawasan Hutan

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menilai dataran tinggi lebih aman dijadikan hutan daripada ditanami holtikultura untuk mencegah longsor.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 03 Februari 2026, 12:00 WIB
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, kawasan dataran tinggi seharusnya diprioritaskan sebagai kawasan hutan daripada ditanami tanaman jenis palawija atau holtikultura.

Tujuannya adalah untuk menghindari ancaman bencana seperti tanah longsor. Pandangan tersebut disampaikan Hanif sebagai respons atas kejadian tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

"Bagian yang tinggi selalu lebih baik menjadi hutan daripada menjadi tanaman palawija karena bahayanya lebih tinggi," ujar Menteri LH Hanif Faisol melansir Antara, Senin 2 Februari 2026.

Dia menjelaskan, saat ini banyak kawasan dataran tinggi dimanfaatkan untuk menanam tanaman substropis, seperti kentang, kol, dan paprika.

"Tanaman-tanaman tersebut umumnya membutuhkan lahan dengan ketinggian 800 hingga 200 meter di atas permukaan laut," ucap Hanif.

Ia menilai, meningkatnya penanaman holtikultura di dataran tinggi tinggi tidak lepas dari kebutuhan pangan dan pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, perlunya memikirkan pola makan yang mengurang jenis tanaman substropis tersebut.

"Ini imbauan saya tentu mau enggak mau juga kita harus memikirkan ulang pola makan kita, mengurangi, mohon maaf ya, mengurangi tanaman-tanaman subtropis semisal kentang, kol, paprika," pungkas Hanif.

Imbauan Jaga Dataran Tinggi sebagai Hutan

Dataran Tinggi Dieng, habitat Purwoceng, tumbuhan yang berkhasiat setara ginseng. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Hanif mengatakan tanaman holtikultura pada dasarnya  bukan endemi tanaman Indonesia. Untuk itu, sebaiknya lahan dataran tinggi ditanami dengan jenis tanaman yang sesuai dengan tanaman asli Indonesia.

"Kita kembalikan sama tanaman asli Indonesia yang kemudian tidak memerlukan tempat tumbuh yang tinggi," jelas Hanif.

Pandangan tersebut, kata dia, berkaitan dengan kejadian tanah longsor di kawasan Bukit Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat batas antara kawasan hutan dengan pemukiman warga yang di antaranya dimanfaatkan untuk lahan tanaman semusim atau holtikultura.

"Jika kawasan dataran tinggi tersebut diubah menjadi kawasan hutann, maka risiko terjadinya bencana alam seperti longsor dapat diminimalkan," pungkas Hanif.

Infografis Menerapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan. (Liputan6.com/Triiyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya