Liputan6.com, Jakarta - Profesi guru, yang memegang peran sentral dalam mencerdaskan bangsa, kini semakin rentan menjadi target berbagai jenis hoaks dan penipuan daring. Modus kejahatan siber ini tidak hanya menyasar individu guru, tetapi juga mengancam data pribadi mereka secara luas.
Fenomena hoaks yang menargetkan guru ini muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tawaran insentif fiktif hingga rekrutmen program palsu, yang semuanya dirancang untuk menjebak para pendidik.
Advertisement
Hoaks-hoaks ini umumnya beredar melalui platform media sosial dan tautan pendaftaran daring yang tidak resmi, seringkali dengan klaim yang sangat menggiurkan. Tujuannya beragam, mulai dari pengumpulan data pribadi (phishing) untuk tujuan penipuan lanjutan, hingga penyebaran misinformasi yang dapat merugikan reputasi profesi guru secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting bagi setiap guru untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami berbagai modus operandi di balik kumpulan hoaks terkait guru ini, selain itu juga mengetahui ragam hoaks yang sedang beredar.
Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap beragam hoaks seputar guru, berikut daftarnya.
Guru ASN Bayar Iuran BPJS 26 Kali Dalam Setahun
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2026.
Klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun berupa video reels yang nemampilkan tulisan sebagai berikut.
"Info yang lagi viral
Ternyata ASN Guru membayar 26 x iuran BPJS Selama 1 tahun.
Dari gajih bulanan 12 x dari TPG 12 x dari THR 2 X
Semoga menjadi amal jariyah dan benar disalurkan untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya yang kurang mampu"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"💘🧕 Menyala potongan BPJS ASN guru 26 x dalam setahun💘🧕
Semoga direalisasikan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia."
Benarkah klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
Pendaftaran Bantuan Insentif untuk Guru 2026
Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk semua guru pada 2026. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 20 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Pendaftaran Online
Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru* ASN/PNS & INFO TASPEN (PENSIUNAN)
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan INSENTIF GURU ASN, PNS, senilai 21.000.0000 raih peluan di tahun 2026 !
DAPATKAN SEKARANG
kuota cepat penuh setiap gelombang
INFO SELENGKAPNYA BURUAN DAFTAR ONLINE 👇👇👇"
Unggahan disertai menu pendaftaran, yang jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk semua guru pada 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Link Pendaftaran Lowongan Kerja Guru Sekolah Rakyat
Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran lowongan kerja guru Sekolah Rakyat. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 27 Oktober 2025.
Dalam postingan terdapat tulisan:
"DI BUKA LOWONGAN KERJA GURU SEKOLAH RAKYAT
Di butuhkan 1.554 formasi untuk penempatan di 100 lokasi tahap pertama penyelenggaraan. Para guru yg lolos seleksi akan mendapatkan jabatan fungsional guru ahli pertama yg nantinya di tempatkan pada sekolah rakyat.
Info pendaftaran 👇
https://lokerterbaru.rcpapk.com/"
Unggahan turut menyertakan gambar tangkapan layar artikel berita dengan judul sebagai berikut:
"Dibutuhkan 1.554 Guru Sekolah Rakyat, Lulus Langsung jadi ASN Dapat Tukin dan TPG"
Artikel tersebut tayang pada November 2025.
Postingan ini menyertakan tautan pendaftaran yang jika diklik muncul sebagai berikut: https://lokerterbaru.rcpapk.com/?fbclid=IwY2xjawNzpyhleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFMTDBGYzl1eUV2WjVYQ0tuAR75vrycaDyMD98eSzq5j4Er-68FVvSY_O14f_QJ4lhFmooQgx-O_BCxHY5ASw_aem_3BtSWR5Y8920yRUzuRXZuw
Benarkah klaim link pendaftaran lowongan kerja guru Sekolah Rakyat? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.