Harga BBM dan Listrik Dijadikan Bahan Hoaks, Simak Daftarnya

Masyarakat diimbau waspada terhadap hoaks harga BBM dan listrik yang beredar di media sosial. Verifikasi informasi penting untuk menghindari kebingungan dan pot

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 01 Februari 2026, 17:00 WIB
Hoaks harga BBM beredar di media sosial. Foto: Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran hoaks harga BBM dan tarif listrik terus menjadi tantangan di tengah masyarakat. Berbagai klaim yang tidak berdasar seringkali muncul di platform digital, menciptakan kebingungan dan keresahan publik. 

Agar tidak dirugikan karena mempercayai hoaks tersebut, penting bagi setiap individu untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.

Hoaks-hoaks ini tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap kebijakan pemerintah dan lembaga terkait. 

Untuk memudahkan masyarakat mengetahui ragam hoaks terkait  harga BBM dan tarif listrik Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkapnya, dala daftar berikut ini.

Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertalite Sebenarnya Rp 4.000 per Liter

Beredar di media sosial postingan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan harga pertalite sebenarnya hanya Rp 4.000 per liter. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 16 Oktober 2025.

Berikut isi unggahannya:

"Harga Pertalite sebenarnya kata Menkeu Purbaya itu hanya 4 ribu rupiah/liter....dijual Rp 10 rb gak turun2...terus kelebihan Rp6 ribu nguap di kemana....?? Usut tuntas."

Postingan ini menyertakan poster dengan wajah Menkeu Purbaya dengan narasi sebagai berikut:

"PRESIDEN PRABOWO MEMBENTUK TIM AUDIT SUBSIDI BBM

HARGA DASAR PERTALITE ADALAH RP 4000"

Benarkah klaim Menkeu Purbaya menyatakan harga pertalite sebenarnya hanya Rp 4.000 per liter? Simak dalam artikel berikut ini...

Bahlil Ajak PLN Naikan Harga Token Listrik

Penting untuk diingat, hoaks pembagian token listrik gratis ini merupakan modus kejahatan siber yang bisa merugikan pihak yang mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ajak PLN menaikan harga token listrik, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Desember 2026.

Klaim Bahlil ajak PLN menaikan harga token listrik berupa tulisan sebagai berikut.

"Bahlil ajak PLN menaikan harga token agar PT PLN tidak rugi dan agar rakyat belajar menghemat arusDi karenakan PLN terus merugi, Bahlil usul ke PLN agar menaikkan harga token.

"Biar tidak merugi terus, dan agar rakyat belajar Menghemat listrik", ujar Bahlil.

Ide ini muncul dari diskusi untuk mengatasi kerugian PLN akibat biaya produksi yang tinggi dan subsidi yang membebani, sehingga kenaikan harga token dianggap solusi agar PLN sehat kembali dan masyarakat lebih sadar penggunaan listrik.

#bahlil #pln #listrik #ekonomi #indonesia #tokenlistrik #beritaterkini #foryoupage #masukberanda #fyp"

Benarkah Bahlil ajak PLN menaikan harga token listrik? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya