Liputan6.com, Singapura - Seluruh aktivitas air, termasuk berenang dan kayak, dihentikan sementara di Pantai Siloso, Palawan, dan Tanjong di Sentosa setelah seekor buaya terlihat di perairan lepas Teluk Sentosa pada Sabtu (31/1/2026) malam. Penghentian berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sentosa Development Corporation (SDC) menyatakan telah menerima laporan penampakan tersebut dan segera berkoordinasi dengan Dewan Taman Nasional (NParks). Dalam unggahan di media sosial, SDC menyebut penampakan itu dinilai valid sehingga tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Advertisement
“Operasi pencarian oleh NParks dan SDC saat ini masih berlangsung,” demikian pernyataan SDC, dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (1/2).
Dalam pembaruan pada Minggu, SDC menyatakan ini merupakan laporan pertama penampakan buaya di sekitar perairan Sentosa sejauh ini. Operasi pencarian dan pemantauan gabungan masih terus dilakukan.
“Karena Sentosa dikelilingi perairan alami, penampakan satwa liar dapat terjadi dari waktu ke waktu,” kata SDC.
Meski tiga pantai tersebut tetap dibuka untuk umum, seluruh aktivitas air dihentikan sebagai langkah pencegahan. SDC menyebut patroli dan pemantauan di kawasan pantai Sentosa telah ditingkatkan, disertai pemasangan rambu-rambu keselamatan. Langkah tambahan akan diterapkan jika diperlukan setelah berkonsultasi dengan NParks.
Imbauan Otoritas di Singapura
Otoritas Pertanahan Singapura (SLA) juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas air di sekitar Pulau St John, Seringat, Lazarus, dan Kusu hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Gambar dan video yang memperlihatkan seekor buaya berenang di perairan dekat Sentosa Cove pertama kali beredar di media sosial pada Sabtu malam, memicu kerumunan warga di sepanjang garis pantai.
Saat Channel NewsAsia mengunjungi Pantai Palawan pada Minggu pagi, rambu peringatan penampakan buaya telah terpasang di sejumlah titik. Penangguhan aktivitas air turut berdampak pada penundaan ajang Aquathlon MetaSprint Series yang sedianya digelar di sepanjang Pantai Palawan.
Penyelenggara acara, MetaSport, menyatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama. “Kami memahami kekecewaan para peserta yang telah berlatih keras, namun keselamatan peserta, relawan, dan staf adalah prioritas kami,” demikian pernyataan mereka.
Masyarakat diimbau tetap tenang apabila bertemu buaya, menjauh secara perlahan, serta tidak mendekati, memprovokasi, atau memberi makan hewan tersebut. Warga juga diminta mematuhi seluruh rambu dan instruksi keselamatan di lokasi.
Setiap penampakan atau pertemuan dengan buaya diminta segera dilaporkan ke Pusat Respons Hewan NParks melalui nomor 1800-476-1600.
Pada 2023, seekor buaya air asin sepanjang hampir tiga meter ditembak mati setelah dinilai menimbulkan risiko keselamatan publik. Hewan tersebut sempat terlihat di Marina East Drive dan kemudian ditemukan di dekat East Coast Park. Saat itu, Menteri Negara Senior Pembangunan Nasional Tan Kiat How menyatakan buaya tersebut dianggap sebagai ancaman signifikan bagi keselamatan masyarakat.